Dituding Berita Miring, Mantan Kades Kedungdawa Buka-Bukaan, Ketua BUMDes dan BPD Angkat Bicara

 680 total views

MANTAN Kades (Kepala Desa) Kedungdawa, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Daryono, SE angkat bicara perihal berita miring yang mengaitkan dirinya dalam kasus dugaan tilap uang Dana BUMDes Jaya Makmur sebesar 300 juta.

Tudingan miring tersebut dialamatkan kepada sang mantan kades oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat. Merasa disudutkan dan dicemarkan nama baiknya, Daryono akhirnya buka-bukaan soal kasus yang sebenarnya terjadi padanya itu kepada media bhayangkaranusantara.com.

“Bagi saya hal yang sangat wajar, karena ini ketidaksukaan mereka kepada saya saat menjabat sebagai kades selama hampir kurun waktu dua periode. Bahkan masyarakat khususnya Desa Kedungdawa tahu apa yang telah saya lakukan banyak manfaat,”’ kata Daryono, Kamis (1/4/21).

Baca Juga:  Pecat 11 THL Tanpa Basa-Basi, Lurah Arogan di Tidore Dipanggil Dekab Sangihe
Baca Juga:  Antisipasi Penumpang Gelap, KPPP Kumai Awasi Bongkar Muat Kapal

Daryono mengungkapkan, saat dirinya menjabat dalam segi infrakstruktur sudah mulai dirasakan, salah satunya diterapkan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sedangkan mengenai dana Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, dirinya hanya sebagai komisaris dalam struktur dan tidak ikut campur di dalamnya.

“Perlu saya sampaikan pada semua insan pers maupun masyarakat luas, dalam hal ini tugas dan tupoksi saya hanya selaku Kades, bukan menggerakkan roda usaha desa (BUMDes-red.). Jadi selama ini tuduhan tersebut itu tidak masuk akal,” imbuhnya.

Daryono juga menanggapi semua (tudingan-red.) ini dengan hati yang Ikhlas. Sedangkan masyarakat Desa Kedungdawa jumlah hak pilihnya ribuan, bukan ratusan. “Saya juga bisa mengumpulkan masyarakat yang  pro dengan saya,” tegasnya.

Sementara dalam kepengurusan BUMDes sebagai komisaris atau dewan pembina, Daryono menegaskan bahwa tugasnya hanya itu. “Mengenai dana dan lain-lain saya tidak ikut campur. Lebih jelasnya sana ke ketuanya saja,” kata Daryono.

“Jujur saja, kemungkinan ini ulah dari lawan politik saya yang dengan sengaja mau menjatuhkan. Berbagi cara mereka lakukan dengan demokrasi yang tidak sehat, karena saya selaku calon kades petahana mau maju dalam kontes pilkada di Desa Kedungdawa lagi,” ungkap Daryono.

Baca Juga:  Lagi, Begal Berkedok Debt Collector Rampas Motor di Jalan Raya, Ini Modusnya...

Sementara di tempat terpisah, Ketua BUMDes Sukandi saat dikonfirmasi di kediamannya terkait kasus ini membenarkan ucapan Daryono. “Ya betul apa yang dikatakan mantan kades itu. Beliau hanya sebagai komisaris dalam struktur BUMDes ini dan tidak pernah ikut campur dalam mengelola usaha milik desa, hanya sebatas pembina ,” ucap Sukandi.

Menurutnya, tuduhan atas mantan Kades Daryono itu juga tidak benar. “Bahkan beliau sering kasih masukan kepada saya selaku ketua BUMDes agar selalu hati-hati dalam mengelola uang tersebut, dan harus dijalankan sesuai amanah,” tuturnya.

Sukandi juga membeberkan bahwa tudingan dana yang ditilap mantan kades itu masih ada di rekening milik BUMDes, jumlahnya sekitar 200 juta lebih. “Jadi tuduhan tersebut itu saya kira mengada-ada. Saya pastikan dana tersebut masih ada Pak,” kata Sukandi.

Sukandi juga menceritakan, sejak dirinya menjabat Ketua BUMDes pada November 2017 lalu, selama menjalankan roda usaha sudah diawalinya dengan pembuatan kompos, dan semua berjalan lancar .

“Saya berharap kepada masyarakat, khususnya Desa Kedungdawa jangan mudah terpancing  Isu yang beredar di media sosial. Beda pendapat boleh, itu hak seseorang dalam berdemokrasi. Tapi dengan catatan, yang sehat,” hcap Sukandi .

Ucapan Sukandi juga dibenarkan mantan Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Kedungdawa, Syamsudin Wahid. “Sangat tepat sekali, selama ini beliau sosok pemimpin desa yang amanah, bersifat transparansi dalam menggerakan pemerintahan desa,” kata Syamsudin.

Baca Juga:  SMKN 2 Luwu Timur Sinergi dengan BUMDes se-Kecamatan Tomoni

Selama menjabat Ketua BPD Kedungdawa (2009 s.d 2021) ini, setahu Syamsudin, kades sangat terbuka dalam bentuk apapun, baik pelayanan kepada masyarakat maupun kepada media. Bahkan ia sendiri di awal tahun 2021 ini, saat akan dilantik kembali jadi Ketua BPD Kedungdawa oleh Camat Gabuswetan dibuat gagal.

“Saya digagalkan oleh sekelompok yang mengatasnamakan masyarakat itu. Akan tetapi saya silakan saja, karena fungsi dari BPD adalah wakil dari masyarakat. Ketika tidak setuju, saya akan mundur, ” kata Syamsudin Wahid.

Begitu juga dengan Daryono selaku mantan kades yang sekarang mau mencalonkan lagi dalam kontes pilkada serentak, kata Syamsudin, pihak dari kubu lawan politik dengan berbagai cara pasti menjatuhkannya.

“Saya kira masyarakat yang mengerti dengan ini bisa menyimak siapa dan mengapa dan apa yang terjadi selama ini. Hanya satu hal yang sangat di luar nalar dan logika, bahkan saya sendiri tahu beliau selama menjadi kades sudah banyak perubahan. Dari segi pembangunan sudah nyata dia jalankan,” ucapnya.

Ia menduga, Ketua BPD yang baru dilantik dan masih seumur jagung di desa ini adalah lawan politik untuk menjatuhkan nama baik calon kades petahana dengan berbagai cara. “Tetapi beliau menghadapi ini dengan jiwa yang besar, Ikhlas dan tidak ada dendam sedikit pun di benaknya,” tutup Syamsudin Wahid. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
4
+1
1
+1
0
+1
0