Distransnakerin Lutim: Kompetensi Pekerja PT. Wika Dianggap Tak Sesuai Konsep Pemberdayaan

 123 total views

SISTEM Penerimaan Tenaga Kerja di PT. Wika menjadi perhatian Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Perindustrian (Distransnakerin) Kabupaten Luwu Timur. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Transnakerin, Aeni Endis saat dikonfirmasi via telephone, Kamis (25/3/21).

Sorotan ini dilanjutkan Distransnakerin dengan melakukan pertemuan sebagai bentuk perhatian dari surat yang dimasukkan Aliansi Rakyat Miskin Lingkar Tambang yang ada di Malili dengan PT. Wika.

Menurut Distransnakerin Lutim, kompetensi pekerja PT. Wika dianggap tidak sesuai konsep pemberdayaan. “Dinas menindaklanjuti surat aliansi untuk difasilitasi dengan PT. Wika,” katanya.

Baca Juga:  224 Desa di Purbalingga Digelontor Dana Desa Ratusan Miliar, Perangkat Digembleng
Baca Juga:  Sidang Perkara Tanah di PN Sampang, Kebenaran Mulai Berpihak kepada Supatmi

Kesimpulan dari hasil rapat tersebut, PT. Wika diminta mengevaluasi jumlah pekerja dan jabatan pekerja yang boleh diizinkan masuk via akad/akal. Jumlah pekerja PT. Wika yang menggunakan akad/akal dianggap sangat besar tercatat 60 orang.

“Kompetensi pekerja PT. Wika via akad/akal dianggap tidak sesuai konsep pemberdayaan karena TK (tenaga kerja) tersebut banyak tersedia di Lutim. PT. Wika harus senantiasa berkoordinasi dengan Distransnakerin,” paparnya. Askar – Lutim

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0