Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Kota Semarang | Bhayangkara Nusantara

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Kota Semarang

 332 total views

JAJARAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Semarang, Kamis (10/9/20).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi memimpin langsung konferensi pers bersama Dirnarkoba Polda Jateng Kombes Pol IG. Agung Prasetyoko dan Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Berdasarkan informasi dari Ka Lapas Kelas I Kedungpane, Kota Semarang, telah diamankan seorang terduga pelaku peredaran gelap narkotika di depan kantor Lapas kelas I Kedungpane, Kota Semarang.

Atas informasi tersebut, Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng beserta anggota melakukan penangkapan terhadap CG di depan kantor Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang pada Senin (24/8/20) sekitar pukul 21.00 Wib.

Saat dilakukan penangkapan terhadap CG, didapati barang bukti berupa satu paket sabu berat brutto 101,3 gram. Setelah dikembangkan pada Selasa (25/8/20) pukul 01.00 WIB, Polda Jateng mengangkap lagi tersangka lain berinisial A dengan barang bukti 8 kg sabu dan ekstasi sebanyak 5.708 butir, uang tunia Rp. 3.000.000,-, timbangan digital, alat press dan koper.

“Dalam 2 hari sebanyak 9,1 kg lebih sabu telah kita amankan, bila dikalkulasikan temuan ini telah menyelamatkan 9,1 ribu jiwa masyarakat indonesia,” ungkap Kapolda Jateng, Kamis (10/9/20).

CG mendapatkan sabu tersebut dengan cara mengambil di sebuah Hotel Kota Semarang sebanyak dua paket sabu, masing masing @+ 100 gram. Satu paket sabu telah diletakan di suatu alamat daerah Plombokan, Kecamatan Semarang Utara.

Sedangkan satu paket sabu lainnya akan diletakan di depan kantor Lapas Kelas I Kedungpane Kota Semarang, namun CG sudah ditangkap terlebih dahulu.

Tersangka beserta barang bukti satu paket sabu berat brutto 101,3 gram kini diamankan Jajaran Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah. Tersangka CG diancam dengan Pasal 112 dan 114 ayat (2) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Pidana Penjara paling lama 20 tahun. Sam/Iwan – Jateng

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1