Diduga Buka Penyaluran KPM Ilegal, Pendamping PKH di Desa Sukamelang Bantah Tudingan | Bhayangkara Nusantara

Diduga Buka Penyaluran KPM Ilegal, Pendamping PKH di Desa Sukamelang Bantah Tudingan

 281 total views

KASUS dugaaan penyalahgunaan wewenang dari dinas sosial (dinsos) setempat yang dilakukan Pendamping PKH di Kabupaten Indramayu mulai terbongkar. Hal ini diakui oknum sendiri ketika ditemui di kediamannya baru-baru ini.

Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini, memang sering kali banyak oknum yang bermain menyalahgunakan program dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ini di wilayah Kabupaten Indramayu. Salah satunya di Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,

Terlebih penyalur legal seperti E-Warung Kurnia mengeluhkan berkurangnya pendapatan ketika para KPM-nya berpindah diambil oleh pendamping berinisial PC yang diduga dari dinsos setempat yang selama hampir satu tahun lebih hanya menggesek separuhnya di desa tersebut

Kepada bhayangkaranusantara.com terungkap juga adanya pihak yang melakukan pengkolektipan kartu KKS dari para KPM melalui petugas pendamping untuk tidak mengambil hak komoditinya di agen E-Warung Kurnia yang sudah resmi ditunjuk oleh pihak BNI, tetapi disalurkan melalui petugas sendiri di kediaman orang tuanya.

Baca Juga:  Pasca Terendus Media, Pemdes Sakambang Purwakarta "Sulap" dari yang Tidak Ada Menjadi Ada
Baca Juga:  Panas Diberitakan, PT. BCK Klarifikasi Masalah dalam Proyek SMKN 5 Matraman, Jakarta Timur

Hal ini juga dibenarkan salah seorang KPM berinisial CSY, warga Blok Gadel, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu kepada media ini. “Betul pak saya mengambil hak komoditi sama Pak PC sudah lama, hampir Satu tahun lebih, bahkan kartu saya masih sama beliau,” kata CSY.

Selang beberapa hari kemudian, awak media ini dihubungi petugas pendamping dari dinsos tersebut melalui telepon genggamnya, Kamis (14/1/21) sekitar pukul 13.00 Wib untuk bertemu dan mengklarifikasi terkait pemberitaan tersebut. PC menemui media ini di depan SPBU Blok Saradan, Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan.

Saat bertemu, PC selaku pendamping KPM PKH khusus Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya membantah tudingan tersebut. “Itu tidak benar Pak, saya bekerja sesuai prosedur yang ditentukan oleh dinas,” ucap PC berkelit.

Ia juga mengaku membawa kartu KKS KPM ke agen E-Warung lain. “Saya bawa KKS KPM ke agent E-Warung Kang Ato atau Mas Berto yang ada di Desa Sukaselamet, kurang lebih 200 KPM yang digesek di agen tersebut,” ungkapnya.

“Bahkan saya sudah koordinasi sebelumnya sama Pak Camat Kroya, karena masih satu wilayah, Pak camat Haryono pun mengizinkan,” tambahnya.

Hal ini dIbenarkan agen Berto yang ada di Desa Sukaselamet. “Ya betul Pak PC menggesek kartu KKS untuk pengambilan komoditi di tempat saya sebanyak 200 KPM,” kata Berto.

Dalam hal ini, lanjutnya, terjadi kesalahpahaman antara agen Kurnia dengan Pendamping PKH Desa Sukamelang. Namun demikian, pihak yang merasa dirugikan meminta kepada pihak terkait yaitu dinsos untuk turun ke lapangan agar yang terjadi saat ini bisa segera selesai. Jangan sampai berlarut larut, karena masing masing mempunyai hak, baik agen sendiri maupun Pendamping. Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
3
+1
0
+1
0