Dihadapan Rekan Media, Kapolres Luwu Timur Sampaikan Hasil Penyidikan dugaan Tindak Pidana Pemerkosaan Di Sorowako

Kegiatan Siaran Pers Polres Luwu Timur terkait dugaan tindak pidana pemerkosaan yang terjadi di Hotel Meriya Sorowako, dipimpin langsung Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Simamora di aula Tribrata Mapolres Luwu Timur, Sabtu malam. (18/11/2023)

Bhayangkara Nusantara

Dalam siaran pers tersebut dihadapan Rekan media, Kapolres menyampaikan awal mula perkara tersebut pihak korban melaporkan perkara tersebut di Polres Luwu Timur , dimana kejadian pada hari rabu Rabu tanggal 15 Nopember 2023 sekitar pukul 19.00 wita di hotel Meriya, lelaki berinisial NS (29) diduga melakukan pemaksaan tindak asusila kepada korban adalah perempuan AF (21).

Bhayangkara Nusantara

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 19.30 wita terlapor NS bertemu dengan korban di parkiran mobil. Kemudian sekitar pukul 19.35 wita NS menuju kamar hotel tempat menginap dan setelah masuk terlapor meminta teman sekamarnya untuk keluar kamar karena ada janji dengan Korban. Sewaktu diminta keluar, teman tak terduga pelaku kafe hotel untuk mencari makan dan menuju teman terlapor lainnya dimana teman terlapor yang salah satunya sudah ada di kafe tersebut.

pada pukul 19.36 wita korban tiba dihotel kemudian menuju kamar hotel pelaku diantar oleh EB (resepsionis hotel). Setelah masuk ke dalam kamar mulai dari pukul 19.36 wita hingga 19.59 wita. Di dalam kamar terlapor NS kemudian melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan korban AF sebanyak satu kali.

Kemudian tiba tiba keluarga korban datang dan berkumpul di depan hotel merya sekira Pukul 19.57 untuk mencari korban AF dan didapat dimana saat itu korban diantar oleh EB.

Dari hasil pemeriksaan Dihadapan penyidik, EB menyampaikan bahwa sama sekali tidak mengenal korban AF sebelumnya dan baru pertama kali bertemu saat itu. pihak hotel juga tidak pernah memesan air galon. Pengakuan EB sempat melihat terlapor dan korban berbincang di samping hotel tepatnya di sekitar toilet out door” ujar Kapolres.

Baca Juga:  TEGAHNYA Suami Jual Istrinya, Untuk Layani Threesome

Selanjutnya, Sekitar pukul 19.35 wita terlapor NS meminta bantuan kepada EB agar mengantarkan A di kamar 208 yang dia tempati.

Pengakuan EB tidak mengetahui maksud dan tujuan NS untuk membawa AF ke dalam ruangan. Saat itu korban AF langsung masuk ke dalam kamar tanpa adanya paksaan. pada saat itu EB juga sempat melihat NS menyerahkan uang sebesar Rp 200 ribu kepada AF.

Pihak Polres Luwu Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Tante Korban, MN

Dalam keterangannya MN menyampaikan sekitar pukul 19.00 wita korban AF dicari dikamarnya dan tidak ditemukan. Hal tersebut kemudian sehingga korban di cari pihak keluarganya.

Pada pukul 20.30 wita Saksi mendapat informasi dari saudara H bahwa ia melihat korban AF saat itu berada di hotel sedang duduk-duduk bersama temannya. Kemudian Saksi dan keluarga lainnya menuju hotel dan bertemu MS, kemudian bertanya kepada korban apa yang telah terjadi.

Polisi juga telah memeriksa korban AF. Dalam keterangannya AF mengatakan ia disuruh mandi oleh NS. korban AF juga mengaku telah menerima uang sejumlah Rp 200 ribu dari Ns.

Dalam laporan kasus ini, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa 2 lembar uaang kertas pecahan 100 ribu, satu lembar seprei yang terdapat bercak merah., satu lembar bed cover terdapat bercak merah dan tisu yang juga terdapat bercak merah.

“ Kami juga telah membuat surat permintaan visum dan mengantarkan korban ke rumah Primaya Sorowako . kemudian kami telah mengamankan hasil rekaman CCTV hotel,” ujar Kapolres Silvester.

Kapolres juga mengungkapkan kendala yang dialaminya karena belum mengambil keterangan yang intensif terhadap perempuan AF. “Kami masih memerlukan pendalaman lagi dimana harus dilkukan pemeriksaan visum dan refertum psiaktrium bersama tim UPTD kabupaten Luwu Timur untuk diberikan pendampingan pribadi kepada perempuan AF,” tutup Kapolres.

Komentar Anda