Di Tengah Pandemi, RSUD Liungkendaghe Sering Kehabisan Stok Darah | Bhayangkara Nusantara

Di Tengah Pandemi, RSUD Liungkendaghe Sering Kehabisan Stok Darah

 114 total views

KEBUTUHAN akan persediaan darah di tengah pandemi Covid-19 menjadi persoalan serius yang dihadapi Rumah Sakit Daerah (RSD) Liungkendage Tahuna.

Pihak rumah sakit sering mengatakan stok darah kosong sementara instansi dan beberapa lembaga pemerintah serta sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Kabupaten Sangihe sering melakukan kegiatan donor darah. Lalu kemana stok darah tersebut?

Persoalan ini sering dikeluhkan para keluarga pasien yang ada di RSD Liungkendage Tahuna. Selain itu sejumlah aktifis LSM dan tokoh masyarakat ikut mempertanyakan melalui beberapa media terkait kinerja pihak rumah sakit yang dianggap belum maksimal.

“Akan sangat sulit dan mencemaskan bagi keluarga pasien ketika pada saat genting dan kritis kami harus berusaha mencari pendonor darah di Kota Tahuna. Apalagi bagi kami yang datang dari luar Kota Tahuna,” kata sejumlah warga sambil berharap ke depan ada solusi dari masalah ini.

Sebaliknya untuk menjawab keluh-kesah warga, Direktur RSUD Liungkendage Tahuna, Dr Handry Pasandaran mengatakan, rata-rata penggunaan darah setiap bulannya mencapaiangka 100 sampai dengan 140 kantong darah. Hal tersebut dikatakannya saat ditemui awak media bhayangkaranusantara.com Biro Nusa Utara, Jumat (04/9).

Lanjut kata Pasandaran, angka ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah stok darah yang masuk melalui kegiatan donor darah yang dilakukan instansi dan lembaga pemerintah maupun ormas, maka, sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) bagi setiap pasien dianjurkan menyiapkan pendonor darah, pengganti untuk ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD).

Demi menjamin kontinuitas pelayanan transfusi darah bagi pasien lainnya yang datang setiap saat, Pasandaran memang mengakui kalau ketersediaan stok darah sering kali tidak mencukupi, karena persediaan darah rata-rata hanya sekitar 25 – 30 kantong/tiap jenis darah.

Baca Juga:  Wabup Pringsewu Hadiri Kegiatan Bakti Sosial & Pentas Kesenian

“Karena itu ulah kami meminta keluarga pasien membantu menyiapkan pendonor darah buat ketersediaan pasokan darah bagi pasien lainnya,” katanya.

Diketahui, daya tampung Blood Refrigrator atau tempat penyimpanan darah yang ada di rumah sakit mampu menampung 300 kantong darah, sedangkan untuk mencari solusi dari persoalan ini ke depan pihak rumah sakit telah mengupayakan berbagai strategi, di antaranya membangun kerjasama dengan badan/lembaga pemerintah, swasta dan perorangan untuk menjadi pendonor darah secara berkala.

Guna mengintensifkan kerjasama dengan ormas yang mengusung semboyan “Satu tetes darah for Sangihe” yang telah banyak memberikan kontribusi buat rumah sakit, sebagai ormas pendonor darah rutin dan akan memberi penghargaan (reward) bagi perorangan atau lembaga yang menyumbang darah.

“Semua upaya ini akan kami lakukan dalam perbaikan pelayanan kepada pasien dan seluruh masyarakat Sangihe,” tandas Pasandaran. Adrianto – Nusa Utara

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1