Di Tengah Lonjakan Kasus Pandemi C19, Sekolah di Sangihe Mulai Proses Belajar Tatap Muka – Bhayangkara Nusantara
Di Tengah Lonjakan Kasus Pandemi C19, Sekolah di Sangihe Mulai Proses Belajar Tatap Muka

Di Tengah Lonjakan Kasus Pandemi C19, Sekolah di Sangihe Mulai Proses Belajar Tatap Muka

 330 total views,  1 views today

DI tengah melonjaknya kasus positif Corona alias Covid-19 (C-19) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sangihe, Sulut yang hingga saat ini tercatat sebanyak 137 kasus positif (update 8 Januari-red.), namun kegiatan belajar-mengajar di sekolah di kabupaten ini kabarnya akan segera dimulai, terhitung sejak Senin 11 Januari 2021 mendatang.

Liburan natal dan tahun baru telah usai, kegiatan belajar mengajar di sekolah memasuki episode baru setelah kurang lebih enam bulan para siswa sekolah belajar dengan metode daring alias dalam jaringan. Kini, mulai 11 Januari 2021 semua sekolah belajar dengan metode tatap muka.

Hal ini di tetapkan sesuai dengan keputusan bersama empat menteri, yakni Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Bikers Muda dan Komunitas Motor Magelang Sinergi Gelar “Sunmori Religi Bikers Ngaji Bareng”
Baca Juga:  Kejati dan KPU Sulut Tandatangani MoU DATUN

Ditemui bhayangkaranusantara.com di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. Djoli Mandak membenarkan bahwa pada tanggal 11 Januari 2021 semua sekolah akan memulai proses belajar dengan metode tatap muka.

“Hal ini sudah mengacu kepada keputusan bersama empat menteri dan adanya edaran gubernur. Proses belajar tatap muka bagi semua sekolah tidak mengenal zona,” katanya, Sabtu (9/1/21).

Namun demikian, lanjutnya, jika ada orang tua murid yang tidak setuju dengan metode belajar tatap muka dan tidak mau mengizinkan anaknya mengikuti proses belajar di sekolah, maka mereka harus aktif datang ke sekolah untuk mengambil materi pelajaran bagi anaknya agar tetap belajar meski di rumah masing-masing.

Djoli Mandak mengatakan, kalau dulu saat sekolah belajar menggunakan metode daring, maka para guru yang sering mendatangi rumah siswa untuk memberikan materi pelajaran. “Namun sekarang semua guru sudah ada kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka tidak ada lagi guru yang mendatangi rumah murid seperti dulu lagi,” ujarnya. 

Semua sekolah kata Djoli, sudah harus mulai dengan proses belajar tatap muka. “Dalam proses ini semua siswa maupun guru harus tetap mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni 3M. Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” kata Mandak. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0