Di Hari Kemerdekaan, Dua Keluarga di Sragen Gembira Terima Kunci RTLH Bantuan KSAD | Bhayangkara Nusantara

Di Hari Kemerdekaan, Dua Keluarga di Sragen Gembira Terima Kunci RTLH Bantuan KSAD

 142 total views

KEGEMBIRAAN dan kemeriahan masyarakat Indonesia dalam menyambut HUT RI ke 75 mungkin tak semeriah tahun lalu.

Sejak merebaknya Covid-19 di muka bumi mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali kegiatan Kodim 0725/Sragen.

Namun ada dua keluarga di Sragen yang pada Agustus tahun ini sangat berbahagia. Dialah Parti (61), warga Dukuh Garas Tengah, RT 10, Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong dan Sutinem (42), warga Dukuh Mojoroto, RT 07, Desa Dawungan, Kecamatan Masaran.

Pasalnya hari ini dilaksanakan penyerahan kunci rumah mereka yang habis direhab oleh Kodim Sragen, bantuan dari KSAD Jenderal Andika Perkasa dalam rangka HUT RI ke 75.

Dalam sambutannya Kepala Staff Korem 074/Wrt Letkol Inf Ali Akhwan, SE mengatakan, atas nama TNI dan Polri maupun pemerintah daerah hadir untuk mengatasi kemiskinan dan sebagai wujud nyata bisa membangun RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

“Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita semua peduli warga masyarakat dan kami sampaikan kepada penerima RTLH selamat memasuki rumah yang baru. Semoga niat ibadah kita dibalas Allah SWT dan bisa bermanfaat untuk masyarakat yang menerimanya,” papar Kasrem.

Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno, S.I.P mengatakan, meskipun rumah yang direhab sudah selesai pada 4 Agustus 2020 silam dan langsung ditempati pemilik rumah, namun karena sibuknya kegiatan jelang Agustus, baru hari ini bisa dilaksanakan penyerahan kunci secara simbolis.

“Rehab RTLH ini adalah bantuan dari KSAD Jenderal Andika Perkasa dalam rangka memperingati HUT RI ke-75, dengan harapan bisa memberikan kebahagiaan kepada masyarakat di 75 tahun Indonesia merdeka,” ujarnya.

Penyerahan kunci secara simbolis dan pemotongan pita dilakukan jadi satu di Gemolong kediaman Parti oleh Kepala Staff Korem 074/Wrt hari ini (19/8/20). Selain itu Kasrem juga memberikan paket sembako untuk kedua penerima bantuan RTLH.

Baca Juga:  Anggota Kodim 0724/Boyolali Tempel Pamflet Secara Serentak

Parti yang dulu berdagang jamu dan sekarang tidak bisa berjualan lantaran stroke sejak tahun 2014, memiliki suami Endang Taruna (60) yang juga tak bekerja semenjak setahun lalu.

Sedangkan tiga dari empat anaknya bekerja di Jakarta berjualan, namun anak keempatnya mengalami gangguan jiwa, merasa gembira karena sebelum dibedah rumahnya hampir roboh. “Alhamdulillah rumah kulo didandosi pak tentara, sudah tidak bocor lagi,” kata Parti sambil menitikkan air mata.

Sutinem pun tak kalah memprihatinkan kondisinya, suaminya bekerja sebagai buruh di Batam, pulang paling cepat setahun sekali, kirim uang sebulan hanya berkisar 600 ribu, jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari hari saja kurang. Iwan/Maryo – Solo Raya

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1