Di Desa Ini, Agen E-Warung Resmi Keluhkan Agen E-Warung Ilegal, Pelakunya Diduga Oknum Pendamping PKH – Bhayangkara Nusantara
Di Desa Ini, Agen E-Warung Resmi Keluhkan Agen E-Warung Ilegal, Pelakunya Diduga Oknum Pendamping PKH

Di Desa Ini, Agen E-Warung Resmi Keluhkan Agen E-Warung Ilegal, Pelakunya Diduga Oknum Pendamping PKH

 116 total views,  3 views today

AGEN E-Warung resmi penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kurnia Blok Gadel, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengeluhkan adanya oknum Pendamping (Program Keluarga Harapan) yang menyalahgunakan wewenang dari dinas sosial (dinsos) setempat dalam membuka penyaluran komoditi Keluarga Penerima Manfaat ( KPM).

Sang oknum, diduga menjadi agen E-Warung secara ilegal. “Saya buka agen E-Warung ini sudah hampir tiga tahunan dengar ada oknum Pendamping yang merampas hak agen resmi yang ditunjuk BNI, saya jadi rugi Pak, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi ambil di E-Warung saya,” tutur Patimah, pemilik E-Warung Kurnia, Rabu (14/1/2021)

Patimah berharap, KPM bisa kembali mengambil hak komoditi di E-Warung yang dikelolanya. “Jangan di oknum Pendamping tersebut Pak,” kata Patimah.

Di saat yang sama, salah seorang KPM berinisial Csm, warga Blok Gadel, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ketika dikonfirmasi masalah tersebut membenarkan.

“Ya Pak, saya sudah lama mengambil komoditi BPNT pada Pak PC, hampir kurang lebih setahun, bahkan Kartu KKS saya dipegang sama beliau,” ungkap Csm.

Baca Juga:  Diduga Buka Penyaluran KPM Ilegal, Pendamping PKH di Desa Sukamelang Bantah Tudingan
Baca Juga:  Ada Usaha Penggilingan Cemari Lingkungan, Perangkat Desanya Cuek?

Sementara, oknum Pendamping PKH tersebut untuk saat akan dikonfirmasi sayangnya sedang tidak ada di rumah. “Maaf Pak suami saya tidak ada di rumah, sedang di Kecamatan Haurgelis lagi cairkan kartu KKS punya KPM,” Kata istri Pendamping tersebut

Anehnya, saat dihubungi melalui ponselnya terliat aktif, tapi tidak mau menerima. Ia bahkan tidak mau menerima pesan melalui SMS. Terlihat enggan menanggapi dan menghindar dari media untuk dikonfirmasi.

Dalam hal ini, E-Warung Kurnia selaku penyalur resmi merasa sangat dirugikan dan meminta kepada pihak dinsos bertindak tegas segera turun ke lapangan agar oknum tersebut harus dikenakan sanksi.

“Karena sudah melanggar Peraturan Pedoman Umum (Padum) yang sudah ditentukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos),” ujarnya.  Atim Sawano – Indramayu

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0