Dari Sukamiskin I, Pendiri Kota Tomohon Sebut Keputusan Golkar Usung JGE-VB Ciderai Rakyat Tomohon | Bhayangkara Nusantara

Dari Sukamiskin I, Pendiri Kota Tomohon Sebut Keputusan Golkar Usung JGE-VB Ciderai Rakyat Tomohon

 426 total views

KEPUTUSAN Partai Golkar yang mengusung pasangan calon Jilly Gabriella Eman dan Virgie Baker (JGE-VB) di Pilwako serentak mendatang, bagi mantan Ketua DPD II Partai Golkar Tomohon Jefferson S. M. Rumajar menciderai rakyat di Kota Bunga Tomohon.

Epe, demikian sapaan akrab Rumajar dalam suratnya dari Sukamiskin I pada 30 Agustus 2020 lalu yang menyebar baru-baru ini menyebut, terdapat sejumlah poin terkait keputusan politik Golkar yang mengusung Jilly Virgie adalah kekeliruan dan merugikan Golkar sendiri.

Jilly Eman, menurutnya, minim pengalaman dan tidak mempunyai track record politik juga pemerintah. “Ini yang membuat pemerintah dan politik di Tomohon amburadul dan terkesan dipaksakan Jimmy Eman untuk melanjutkan dinasty politik kekeluargaan saja. Sebenarnya sah-sah saja asalkan diproses secara benar,  bukan seperti ini terlalu dipaksakan,” tulis Walikota pilihan rakyat pertama di Pilwako Tomohon 2005 silam ini.

Di mata Epe, Virgie juga tak memahami kondisi psikologis, kultur dan karakter masyarakat Tomohon, meski sebenarnya tidak masalah tidak tinggal di Tomohon, tapi setidaknya memahami betul, mengenal dan mengetahui karakteristik, budaya masyarakat Tomohon. “Karena menjadi pemimpin di Kota Tomohon tidak semata-mata menangani pemerintahan saja, tapi bicara soal budaya itu jauh lebih penting untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bukan hanya itu juga Epe mengatakan, menjadi Walikota dan Wakil Walikota bukan semata menjadi pemerintah dan melaksanakan tugas sesuai aturan saja, tetapi jauh lebih penting dapat mendorong dan menggerakkan serta menghadirkan keadilan sosial untuk masyarakat Tomohon. “Jangan masyarakat Tomohon tidak bisa menikmati kemajuan dan kemakmuran kotanya saat ini,” kata Epe.

Ketua Panitia Pembentukan Kota Tomohon juga mengingatkan, di Tomohon Golkar ada dua kekuatan, yakni struktural dan kultural, kekuatan kultural paling mayoritas, sedangkan mengandalkan kekuatan struktural tidaklah terlalu efektif.

Baca Juga:  Keributan di Kakaskasen 1 Berakhir Damai, Dirwaster L-KPK Sulut: "Wartawan Membesar-besarkan"

Sebab katanya, dalam pilkada kekuatan figur sangat menentukan. “Nah kesalahan Golkar juga dengan mengabaikan figur Syerly Adelyn Sompotan yang dalam survei memiliki elektabilitas paling tinggi dari semua calon ini merupakan bentuk penghianatan terhadap keinginan publik, keinginan rakyat,” kata Epe lagi.

Karena itu Rumajar menegaskan, saatnya sekarang ini rakyat membalas apa yang Golkar lakukan, yang tidak jujur dalam proses penjaringan dan penetapan paslon sebuah pembohongan publik dan masyarakat Tomohon dilecehkan.

Karenanya ia tegaskan, untuk Pilwako Tomohon tidak memilih calon dari Partai Golkar untuk Pilwako Tomohon, karena untuk pemimpin Kota Tomohon tidak boleh asal-asalan. “Sehingga saya (Epe-red.) tidak merasa keliru kalau tidak memilih calon yang diusung dari Partai Golkar karena kita lebih cinta rakyat Tomohon,” tegasnya lagi. Bert – Sulut

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1