Dana Desa Diselewengkan, Oknum Kades Tontalete Rokrok Bakal Terjerat Hukum

 655 total views

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Airmadidi belum lama ini telah menetapkan oknum Hukum Tua (Kades) Desa Nain Satu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dana desa (dandes).

Seharusnya, hal ini jadi pelajaran berharga buat semua kepala desa dan perangkat desa agar tidak main-main dengan pengelolaan dana desa.

Terbaru dalam dugaan penyalahgunaan dana desa, melibatkan oknum Hukum Tua Desa Tontalete Rokrok, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara berinisial SHP alias Servie.

Sepak terjangnya kini jadi sorotan masyarakat terkait kegiatan pembangunan, baik yang berbau fisik maupun nonfisik dinilai tak beres.

Baca Juga:  Marak Dugaan Penyalahgunaan Dandes, Kejari Sangihe "Warning" Siapkan Ini
Baca Juga:  Siltap Tertunda, Bupati Lobar dan Gubernur NTB Gagal!!!

Bahkan saking kesalnya masyarakat terhadap oknum hukum tua ini memaksa mereka melaporkan dugaan penyalahgunaan dana desa ke pihak Inspektorat Wilayah Daerah Kabupaten Minahasa Utara.

Sejumlah kasus yang dilaporkan di antaranya dugaan tidak melibatkan peran BPD dan melakukan pemecatan secara sepihak terhadap sejumlah perangkat desa yang dinilai kritis, termasuk pengelolaan dana desa yang diduga sarat penyimpangan.

Seperti diketahui, dugaan penyalahgunaan dana desa oleh oknum Hukum Tua Desa Tontalete Rokrok dilaporkan warganya pada Senin, (12/4/21) lalu. Laporan warga tak lain menyangkut kecurigaan mereka terhadap sejumlah kegiatan yang diduga menyimpang, misalnya penataan anggaran dana penanggulangan bencana alam tahun anggaran 2020 senilai Rp. 60.899.500,- tidak ada bencana tapi habis terpakai.

Bukan hanya itu, ada berbagai jenis kegiatan yang menyerap anggaran secara keseluruhan, total keseluruhan berada di kisaran angka Rp. 635.363.725,- yang diduga diselewengkan oknum hukum tua.

Hal ini dibeberkan sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan sambil meminta pihak Inspektorat menindaklanjuti laporan mereka.

Menurut sumber, kini oknum hukum tua kehidupannya berbeda jauh sebelum menjabat hukum tua, dia punya rumah yang cukup mentereng untuk ukuran desa.

“Bahkan mengoleksi sejumlah kendaraan roda empat. Pendek kata hidupnya kini berubah jauh dibandingkan sebelum menjabat hukum tua,” tandas sumber.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Tontalete Rokrok saat dihubungi wartawan media ini lewat handphonenya mengatakan kalau mereka melaporkannya itu hak mereka.

“Tetapi tidak seperti itu, sebaiknya bapak sebagai wartawan turun langsung di desa saya untuk melihat langsung apakah memang seperti yang tertuang dalam laporan mereka atau tidak,” ujar SHP alias Servie. Joh-Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
7
+1
0
+1
0