Dana BOS Afirmasi di Sekolah Ini Diselewengkan Kepsek, Penjaga Sekolah Diangkat Jadi Bendahara? – Bhayangkara Nusantara

Dana BOS Afirmasi di Sekolah Ini Diselewengkan Kepsek, Penjaga Sekolah Diangkat Jadi Bendahara?

 345 total views,  2 views today

PARA guru baik PNS atau honorer dan Komite SDN Rancamulya angkat bicara terkait kasus dugaan penyelewengan dana BOS Afirmasi tahun ajaran 2019 oleh oknum Kepala SDN Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa barat

Salah seorang guru PNS berinisial SDR menuturkan, dirinya sudah pernah memberitahukan kepada sang Kepsek (Cangkol, S.Pd) saat bendahara sekolah dijabat Tolani agar jangan menggunakan dana tersebut.

“Pak jangan sekali-kali pakai dana BOS afirmasi itu, karena ada waktunya harus direalisasikan untuk beli alat komunikasi berbentuk handphone tablet), itu karena ada jobnya masing-masing,” katanya kepada media ini di kediamannya, Kamis (1/9/20).

Namun sayang, teguran itu tak diindahkan. Bahkan narasumber lain yang namanya masih dirahasiakan mengungkap, bendahara yang lama diganti hanya karena sangat ketat dalam pengeluaran keuangan, harus disepakati atau dimusyawarahkan dulu kepada beberapa guru, baik PNS maupun honorer.

“Dengan keputusan itu oknum kepala SDN Rancamulya mengganti dengan bendahara yang baru sesuai hatinya,” ungkap sumber yang diketahui sebagai guru honorer.

Para guru PNS maupun honorer di SDN Rancamulya tentu sangat tidak menyetujui keputusan pergantian bendahara yang baru ditunjuk oleh kepala sekolah tersebut. Pasalnya pengganti bendahara yang lama diketahui hanyalah penjaga/tukang kebun disekolah tersebut. “Walaupun dia PNS, tapi guru atau wali kelas sekolah,” tutur para guru SDN Rancamulya.

Sementara, bendahara baru, sebut saja Amsori ketika dikonfirmasi dengan jelas membeberkan penunjukannya. “Saya sih apa kata beliau (kepala sekolah-red), karena saya juga PNS walau hanya sebatas penjaga sekolah, tapi diberi amanah ya saya jalankan ,itu saja. Terlepas keuangan saya sudah ngomong sama kepala sekolah kalau dana buat beli alat komunikasi jangan diambil, nanti ada waktunya. Tapi kepala sekolah tetap mengambil dana tersebut. Saya bisa apa pak? tuturnya.

Di tempat terpisah, salah seorang Ketua Komite SDN Rancamulya, Tasba saat dihubungi di kediamannya menjelaskan, bahwa komunikasinya dengan kepala sekolah juga tidak harmonis karena selalu beda pendapat. Dalam hal kegiatan apapun selalu tidak dikasih tahu atau diundang, bahkan jarang sekali diadakan rapat dewan komite dengan sekolah.

“Tapi dengan kondisi sekolah yang saya awasi sebagai Wakil Walimurid SDN Rancamulya, banyak sekali menemukan kejanggalan, di antaranya menyangkut masalah keuangan dana BOS, baik afirmasi maupun kinerja. Dia itu sering saya tegur bahkan sempat saya marahi, tapi dia ngeyel orangnya,” ujarnya.

Baginya sebagai komite, dengan adanya dugaan penyelewengan dana ini pihaknya akan bertindak tegas dan menuntut harus kembalikan. Jika tidak, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum.

“Saya sedih melihat kondisi sekolah ini, dari segi bangunan kurang layak, kebersihan juga sangat kotor dan tidak terawat karena penjaga sekolah terlena dengan jabatan baru selaku bendahara. Jadi untuk bersih-bersih sangat jarang, sehingga sekolah ini terkesan seperti kuburan,” tutur Tasba. Atim – Indramayu

Komentar Anda

Baca Juga:  Pembangunan Jalan Tani di Dusun Tetelangka Ada Pagar Pemilik Lahan, LSM Ini Minta Penjelasan Camat

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1