CV Kasih Hati Akan Laporkan Warga Basel ke Polisi, Penyebabnya Sebar Fitnah dan Hoaks

 480 total views

MERASA dicemarkan nama baik dan perusahaannya, Pimpinan CV Kasih Hati, Haji Jufri akan melaporkan warga Bangka Selatan (Basel) bernama Hary keling ke pihak kepolisian, karena dinilai telah membuat berita hoaks dan mengandung unsur fitnah.

Kasus berawal dari pemberitaan di beberapa media yang secara gamblang menuding bahwa pemilik CV Kasih Hati, Jufri telah melakukan tindakan penyerobotan dan pengerusakan tanaman milik Hary Keling di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung pada Kamis (3/6/21).

Saat dikonfirmasi awak media, Pimpinan CV Kasih Hati, Jufri menerangkan bahwa berita yang dibuat Hary Keling pada berapa media online adalah bohong dan hoaks.

“Pasalnya selama ini kami dari pihak CV Kasi Hati sejengkal pun tidak menyerobot tanah Hary Keling dan merusak tanaman kelapa miliknya,” tuturnya, Senin (7/6/21).

Meski demikian, Jufri membenarkan kalah pihaknya pernah melakukan pembersihan dan perbaikan jalan usaha tani itu. “Tapi kami tidak pernah menyerobot dan merusak tanaman warga, termasuk tanah dan tanaman milik Hary,” ungkapnya.

Baca Juga:  Silaturahmi ke Dua Pesantren di Jagakarsa Jakarta, Binmas Polda Metro Ingatkan Tentang Hoaks
Baca Juga:  Surat Undangan Doa Bareng Pengasuh Ponpes di Grahadi Atas Nama Gubernur Jatim Hoaks

Perbaikan itu pun lanjutnya, karena permintaan masyarakat Desa Rias yang tergabung dalam kelompok usaha tani yang dituangkan dalam nota kesepakatan bersama.

“Kemudian kalau Hary Keling komplain soal pemasangan tiang listrik di lahannya, pada pagi Sabtu (5/6/21) saya sudah minta petugas PLN pindahkan, kerena jujur saya tidak mau bermasalah dengan warga, masyarakat Desa Rias saya anggap sudah menjadi keluarga saya,” ungkapnya.

“Kita buka usaha di sini atas izin semua masyarakat di desa ini, kalau ada yang mengadu berarti hanya satu dua orang yang merasa iri atau ingin menyerang secara pribadi saya,” tandasnya.

Diketahui, Hary Keling dulu pernah mengancam kalau tanahnya yang berukuran tidak sampai satu hektar itu dibeli dengan harga 800 juta, maka dia akan menutup akses jalan tersebut.

“Saya duga mungkin karena tanahnya persoalan ini, sehingga dia mencari-cari kesalahan saya,” ucap Jufri

Jufri menganggap, pemberitaan yang dibuat Hary Keling di media online telah mencemarkan nama baik perusahaan dan menyerang secara pribadi.

“Karena yang menggunakan jalan tersebut bukan hanya saya, tapi semua masyarakat Desa Rias, juga teman-teman yang punya usaha yang sama yang sedang beraktifitas di dalam,” jelas Jupri

Menurutnya, Hary sengaja menyerang nama baik usaha dan nama baiknya sendiri. Hal ini sungguh merugikan Jufri. “Ia telah menuduh, menyebarluaskan informasi yang tidak benar, saya tidak terima baik dan saya akan adukan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Sementara pada redaksi pemberitaan media online yang terang-terangan memfitnahnya, jika ada oknum wartawan yang dengan sengaja memfitnah, pihak Jufri juga akan melaporkan ke Dewan Pers, dan ia juga tak segan-segan mengadukan ke pihak kepolisian.

Di saat yang sama, Hary Keling yang dikonfirmasi media ini terkait redaksi dugaan penyerobotan dan perusakan tanaman kelapa itu membantah berita tersebut.

Menurutnya, berita tersebut bukan dirinya yang menulis atau memberikan keterangan, tetapi oknum wartawannya sendiri yang mengarang bebas.

“Saat itu saya hanya komplain pembuatan jalan permanen, waktu itu oknum wartawannya tidak melalui konfirmasi mereka datang sendiri di lokasi. Jadi redaksi semacam itu bukan keluar dari mulut saya,” kilahnya.

Sementara saat ditanya legalitas penguasaan tanah Hary mengaku bahwa surat tanah bersertifikat itu bukan atas namanya, tetapi atas nama orang lain. “Saya hanya punya surat jual beli antara Braham dan saya sebagai pembeli,” ungkapnya.

“Setahu saya, dari tahun 2017 adalah jalan setapak, bukan jalan tani atau jalan mobil. Yang menggunakan jalan tersebut bukan saja CV. Kasi Hati, tetapi banyak pemilik tambak yang ada di dalam,” ucap Hary.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Rias, A. Gani Saprin, S.Ip ketika dikonfirmasi menjelaskan, akses jalan yang dipersoalkan Hary keling itu adalah tidak benar.

“Haji Jupri tidak menyerobot, justru dia membantu masyarakat memperbaiki jalan yang sudah rusak dengan cara menimbun dan membersihkan,” ungkap Kades.

Memurutnya, jalan itu bukan milik Hary Keling karena sebelum dia membeli tanah itu, jalan sudah ada dan dilebarkan menggunakan dana APBDES menjadi jalan usaha tani.

“Kalau dibilang penyerobotan rasanya terlalu berlebihan, kami justru bersyukur karena ada pelaku usaha ada di situ,” ujarnya, seraya mengatakan, jalan dan listrik sering diperhatikan dan tidak diperkenankan siapapun untuk menutup akses jalan itu.

Baca Juga:  Perangi Penyebar Hoax Covid-19, Ini Kata Walikota Manado

Kades menambahkan, selain Haji Jufri memperhatikan fasilitas jalan dan listrik, lebih dari itu masyarakat sangat terbantu karena banyak warga yang bisa mendapatkan pekerjaan dari usaha CV Kasih Hati.

Hal senaca dijelaskan Ketua Kelompok Tani Dusun Sungai Gusun, Bakar Sidik (54). “Awal kepemilikan tanah itu adalah Pak Ibrahim, saat itu proyek kelapa, masih jalan. Tak lama kemudian proyek kelapa macet sehingga tanah itu dijual Pak Ibrahim ke Haji Mustopa,” bebernya.

Waktu itu, kata Bakar, masih ada proyek kelapa, saat proyek kelapa gagal masyarakat mengalihkan lahan itu menjadi lahan perkebunan sawah, karena semakin maju dan berkembang dalam pengelolahan lahan sawah ikeh masyarakat, maka dibuatlah akes jalan Usaha Tani itu

“Masyarakat sendiri yang menghibahkan tanah mareka untuk pembuatan jalan usaha tani, termasuk Haji mustopa turut menghibahkan lahannya untuk pembuatan jalan usaha tani,” tutup Bakar. Ram – Bangka Selatan

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0