Cuaca Ekstrim, Banjir, Longsor dan Amukan Ombak Besar Ancam Warga Sangihe, Pesisir Tahuna Mencekam | Bhayangkara Nusantara

Cuaca Ekstrim, Banjir, Longsor dan Amukan Ombak Besar Ancam Warga Sangihe, Pesisir Tahuna Mencekam

 681 total views

Angin kencang disertai hujan deras dan amukan ombak besar disertai air pasang laut mengancam warga Sangihe yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (15/01) kemarin malam dikhawatirkan berpotensi banjir dan tanah longsor, belum lagi listrik sering padam karena tiupan angin yang sangat kencang.

Wilayah pesisir Pantai Tahuna dan sekitarnya terlihat mencekam sejak Jumat malam kemarin lantaran tiupan angin barat yang sangat kencang sehingga terjadi gelombang laut besar. Lebih berbahaya lagi ketika saat air laut pasang naik. Hantaman ombak di sepanjang Teluk Tahuna bahkan mampu melewati ketinggian taluk pemecah ombak.

Baca Juga:  Doa Zaenab Zuraidah Latif di Idul Adha 1441 H untuk Bangkalan, Ini Dia...

Wilayah terparah diterjang ombak besar terjadi di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur sejak Jumat kemarin (15/01), air laut menembus ke jalan utama dan menggenangi sepanjang ruas jalan Boulevard mengakibatkan jalur ini sulit dilalui kendaraan roda dua dan empat sejak malam hari hingga siang hari ini Sabtu (16/01). Hujan deras, angin kencang dan ombak besar masih melanda Kota Tahuna.

Di pesisir pantai Kelurahan Sawangbendar, tepatnya di seputar komplek Tanah Abang samping kanan pelabuhan apung terpantau bhayangkaranusantara.com sebuah perahu nelayan (pumpboat) milik warga hancur dan tenggelam dihantam ombak terbentur taluk pemecah ombak.

Menurut sejumlah warga, pumpboat naas itu terlambat dievakuasi sebelum ombak besar mengamuk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, karena pumpboat yang tenggelam itu dalam keadaan kosong tanpa awak.

Baca Juga:  HUT Kemerdekaan RI ke 75, Kajati Sulut: "Mari Kita Bangkit Bersama"
Baca Juga:  Lakalantas di Wajo Sulsel, Sopirnya Tewas di Tempat Penumpangnya Dilarikan ke Puskemas

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sangihe, Rivo Pudihang yang dihubungi bhayangkaranusantara.com Sabtu (16/01) membenarkan adanya peristiwa itu dan mengaku timnya terlambat melakukan evakuasi karena sangat berbahaya untuk turun ke laut saat ombak besar masih mengamuk.

Terkait ancaman banjir dan tanah longsor karena hujan lebat sejak kemarin, Pudihang mengatakan, belum ada laporan banjir dan longsor hingga saat ini. Demikian juga ancaman amukan ombak besar, untuk sementara belum ada laporan kerusakan rumah warga di tepian pantai.

Namun demikian, Pudihang berharap agar semua masyarakat Sangihe tetap selalu waspada dengan cuaca ekstrim ini. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0