Cerita Mantan Petinggi Polri Hijrah Jadi Pendakwah

 7,616 total views

SIAPA yang tak kenal Komjen Pol. Purn Anton Bachrul Alam. Mantan Perwira Tinggi Polri yang terakhir menjabat Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri tahun 2013-2014 ini ternyata punya cerita menarik dalam hijrahnya menjadi seorang pendakwah.

Mantan Kapolda Kalsel kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 15 Agustus 1956 ini menceritakan awal jejaknya hijrah dan aktif berdakwah dalam kelompok Jamaah Tabligh.

Pensiunan jenderal bintang tiga ini mencari tahu kegiatan Jamaah Tabligh lantaran anak buahnya mendadak rajin salat. Bahkan awalnya ia curiga jika Jamaah Tabligh berafiliasi dengan teroris karena gaya berbusana muslim yang sama. Hal itu diungkapkan Anton Bachrul Alam saat memberikan tausiyah di Cibubur 2 Februari 2014 silam.

Baca Juga:  Diansyah Putra : Wartawan Perlu Safety dalam tugas Jurnalistik
Baca Juga:  Jenderal Perlente Ini Paling Beringas Lumpuhkan Gembong Narkoba Kakap

Mantan Kepala Divisi Humas Polri yang dikenal akrab dengan insan pers ini menceritakan kisah awal mula ketertarikannya menekuni bidang dakwah usai pensiun dari Polri. Tak seperti pensiunan Polri lainnya, mantan Kapolda Jawa Timur ini justru  menekuni dakwah melalui Jamaah Tabligh usai bertugas di kepolisian.

Kegiatannya aktif dalam pertemuan umat Islam (ijtimak) di berbagai daerah dan meluangkan waktu dakwah dari masjid ke masjid. Sebab komunitas dakwah ini pakaiannya sorban serba putih, berpindah satu tempat ke tempat lain, satu masjid ke masjid lain untuk berdakwah.

Baca Juga:  Canda Tawa Hiasi Blusukan Istri Bupati Bangkalan

Awalnya Komjen Anton Bachrul Alam curiga mengira Jamaah Tabligh bisa mengganggu ketentraman masyarakat karena sering mendatangi tiap-tiap rumah. Merasa penasaran, ia pun memerintahkan anggotanya menyelidiki jamaah ini dengan ikut itikaf atau berdiam diri mendekatkan diri kepada Allah di masjid, 3 hari.

Setelah tiga hari menjalankan misi, anak buahnya kemudian melapor ke Anton. “Ternyata, kata anak buah ini, Jamaah Tabligh ini bagus, saya heran jadinya. Sebab anggota saya itu setelah ikut misi, tiba-tiba rajin salat padahal sebelumnya jarang salat,” kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Tak puas dengan itu, kemudian Komjen Anton Bachrul Alam mengutus lagi tiga anggotanya untuk melanjutkan penyelidikan Jamaah Tabligh dengan ikut Khuruj 3 hari. “Lagi-lagi hasilnya sama lho. Sepulangnya menjalankan misi, tiga anggota itu mendadak rajin salat,” lanjut ceritanya.

Akhirnya Komjen Anton Bachrul Alam kian penasaran dan memutuskan untuk menyelidiki sendiri datang ke Markas Masjid Kebun Jeruk ikut keluar kegiatan selama 3 hari.

Baca Juga:  Lepas Seragam Dinas, Kades Taringgul Ladeh Tak Sungkan Turun Langsung Bersihkan Sampah dan Gorong-gorong

Di sini Komjen Anton mengaku merasakan dampak positif seperti empat anggotanya sebelumnya. Begitu ikut kegiatan tersebut, Komjen Anton jadi sangat tertarik dan terpikat dakwah Jamaah Tabligh.

Sepulangnya kegiatan, dia mampir beli gamis dan sorban pulang dengan penampilan Sunnah. Momen itu merupakan momen Komjen Anton mendapatkan hidayah Allah SWT dan sampai sekarang aktif dalam kegiatan dakwah dan tabligh serta istiqomah berpenampilan Sunnah. Belakangan Komjen Anton pun kerap menyampaikan nasihat keislaman di kepolisian maupun masjid-masjid. BN 01/Red – Jakarta

Riwayat Jabatan

  • 1980-1981: Dan Sekta 506-01 Putussibau Polres Kapuas Hulu Polda Kalbar
  • 1981-1983: Dan Sat Lantas Polres Kapuas Hulu Polda Kalbar
  • 1983-1984: Kasi Pam Polres Singkawang Polda Kalbar
  • 1984-1986: Kapolsek Pontianak Utara Polresta Pontianak Polda Kalbar
  • 1986-1988: Spripim Polda Kalbar
  • 1988-1989: Wakasat Serse Polwiltabes Bandung Polda Jabar
  • 1989-1990: Kapolsekta Kiaracondong Polresta Bandung Tengah Polwiltabes Bandung Polda Jabar
  • 1990-1991: Wakasat Lantas Polwiltabes Bandung Polda Jabar
  • 1991-1992: Instruktur Pusdik Lantas Ditdik Polri
  • 1992-1993: Kasat Lantas Polres Metro Jaksel Polda Metro Jaya
  • 1993-1994: Kapolsek Metro Penjaringan Polres Metro Jakut Polda Metro Jaya
  • 1994-1996: Kasubbag SIM Polda Metro Jaya
  • 1996-1997: Kasat Idik Laka Ditlantas Polda Metro Jaya
  • 1997: Kapolres Dili Polda Timtim
  • 1997-1998: Kapolres Sukabumi Polda Jabar
  • 1998-1999: Pabandya IV Set Deops Kapolri
  • 1999-2000: Sesdit Lantas Polda Jatim
  • 2000-2001: Wakapolwil Madiun Polda Jatim
  • 2001-2002: Kabid Humas Polda Metro Jaya
  • 2002-2003: Kapolwil Bogor Polda Jabar
  • 2003-2004: Irwasda Polda Bali
  • 2004: Wakapolda Riau
  • 2004-2005: Kapolda Kepri (Struktur Persiapan)
  • 2005-2008: Wakadivhumas Polri
  • 2008-2009: Kapolda Kalsel
  • 2009: Kapolda Jatim
  • 2009-2010: Sahlisosek Kapolri
  • 2010: Sahlisospol Kapolri
  • 2010-2011: Kadivhumas Polri
  • 2011-2013: Assarpras Kapolri
  • 2013-2014: Irwasum Polri
Komentar Anda
+1
1
+1
4
+1
0
+1
3
+1
1
+1
0
+1
1