Cemari Lingkungan, Dinas Terkait di Banten Harus Tutup Galian Ini | Bhayangkara Nusantara

Cemari Lingkungan, Dinas Terkait di Banten Harus Tutup Galian Ini

 343 total views

DIANGGAP semakin meresahkan lingkungan, elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lingkungan Masyarakat Banten satroni Dinas ESDM Provinsi Banten, Senin (2/11/20).

Mereka menuntut penertiban pada galian tanah merah yang berlokasi di dua wilayah kewenangan, yakni di Kabupaten Serang dan Kota Serang, lantaran terindikasi tak berizin dan sudah mencemari lingkungan.

Selain lingkungan yang rusak, jalan umum pun kondisinya semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi pengendara motor, disebabkan jalan raya licin dan becek, terlebih saat musim hujan seperti saat ini.

Adapun masyarakat yang tergabung terdiri dari masing-masing perwakilan di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Cikeusal, Pamarayan Kabupaten Serang dan Kecamatan Walantaka Kota Serang.

Salah seorang warga yang mewakili masyarakat, sebut saja UBY menyampaikan beberapa tuntutan yang kepada instansi terkait saat pertemuan di ruang aula Kantor Dinas ESDM Provinsi.

Baca Juga:  WL Tampung Keluhan Para Sopir di Kaki Gunung Lokon

UBY mengatakan, pemerintah provinsi harus segera melakukan tindakan untuk sebuah pengawasan dan secepatnya meninjau titik lokasi tersebut, sebab selain sudah meresahkan warga, aktifitas salah satu armada yang mereka gunakan juga telah menelan korban.

Dari audiensi yang telah digelar bersama Dinas ESDM Provinsi, DPMPTSP dan Satpol PP Provinsi Banten yang juga dihadiri dari Kepolisian itu menghasilkan beberapa kesepakatan. Intinya bersama Polri dan Pol PP, pemerintah setempat akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk memeriksa galian yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Serang.

Di antaranya galian yang berlokasi di Kecamatan Cikeusal, tepatnya Desa Suka Raja dan Desa Cimaung Kabupaten Serang. Kemudian di Kecamatan Pamarayan, Desa Damping, Sangiang dan Wirana di Kabupaten Serang, juga lokasi galian yang ada di Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang Provinsi Banten.

Untuk itu, masyarakat meminta pemerintah segera menghentikan aktivitas galian tanah merah tersebut, sebab status perizinannya pun diduga tidak jelas.

Baca Juga:  Isu Dugaan Ijazah Palsu Kades Mantadulu Jadi Sorotan Publik

“Terlebih sebelumnya kami selaku masyarakat juga sudah membangun komunikasi dengan pemerintah kota mengenai aktivitas ini, namun nyatanya terasa sia sia. Maka kami bersama kawan kawan lainnya sepakat untuk mengadukan ini ke provinsi,” kata warga. BN01 – BANTEN

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0