Bunda PAUD Bangkalan Dorong Terciptanya PAUD Holistik Integratif | Bhayangkara Nusantara

Bunda PAUD Bangkalan Dorong Terciptanya PAUD Holistik Integratif

 415 total views

PEMBINAAN PAUD dan Sosialisasi SIMDAK BOP PAUD Tahun 2020 oleh Bunda PAUD Kabupaten dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan telah dimulai sejak 18 – 27 Januari 2021.

PAUD

Baca Juga:  Wakil Bupati Pringsewu Hadiri Pisah Sambut Dandim 0424/TGM
Baca Juga:  Buka Kesempatan Kerja ke Jepang, JEG: "Ini Bukti Terobosan Pemerintah"

Sebanyak 714 Lembaga PAUD penerima BOP PAUD tahun 2020 yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan, sejak hari pertama di Kecamatan Labang berakhir di ujung timur pesisir Kabupaten Bangkalan di Kecamatan Modung Rabu (27/1/21).

Isteri Bupati Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Bangkalan yang juga Bunda PAUD Kabupaten Bangkalan mengatakan, salah satu tugas Bunda PAUD Kabupaten Bangkalan mendorong terciptanya PAUD holistik integratif, pembinaan serta pengawasan terhadap PAUD yang berkualitas.

Dalam giat ini sosok yang akrab disapa Zaezura ini turun langsung setiap tahunnya. Di tahun ketiga ini, Zaezura didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Dra. Hj Soelistijawati, M.Pd dan Pokja 2 TP-PKK Kabupaten Bangkalan.

Dra. Hj Soelistijawati, M.Pd yang akrab disapa Tya ini menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman kepada penerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) tahun 2020 tentang aplikasi Sistem Managament Dana Alokasi Khusus (SIMDAK).

Setiap penerima BOP harus melakukan Laporan Penanggung Jawaban (LPJ) untuk mendapatkannya dan jika lembaga tidak membuat LPJ sudah bisa dipastikan lembaga tersebut tidak mendapat BOP tahun selanjutnya.

“Kegiatan ini saya bersinergi menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi serta OPD terkait, sinergi antara PAUD Diknas, Taman Posyandu/Pos PAUD Binaan TP-PKK Kabupaten karena sama sama melayani PAUD,” terangnya.

Selama memberikan pembinaan di 18 kecamatan, Zaezura menekankan kepada guru pendidik pentingnya pada awal masa kehidupan anak usia dini (0-6 tahun), masa “golden age” atau periode emas, dimana tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak yang paling penting di usia tersebut.

“Bagaimana tugas orang tua atau pendidik PAUD harus bisa menerapkan, stop kekerasan pada anak, tanamkan kejujuran sejak dini, tanamkan Kemandirian pada anak dan ajarkan anak berdagang sejak dini, ajarkan anak untuk barakhlaqul karimah,” kata Zaezura.

Ia juga mengajak pendidik untuk memutus mata rantai nasib buruk untuk menjadi lebih baik, menjadi manusia yang bahagia untuk diri sendiri dan menjadi penebar bahagia untuk orang lain yang ada di sekitar kita.

Harapannya para pendidik/guru PAUD selalu meningkatkan kualitas atau mutu, bukan kwantitas, baik pembelajaranya/SDM pendidik, melalui berbagai kegiatan, baik sifatnya pelatihan peningkatan kreatifitas pendidik sebagai seorang pendidik/kader harus handal dan kuat mental jiwa raga jasmani dan rohani.

“Mudah-mudahan kita semua bernasib baik bahagia dunia akhirat,” ucapnya mengakhiri. WAID – BANGKALAN

Komentar Anda
+1
3
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0