Bertekad Jadikan Pilkada Berkualitas, JPAR Deklarasi Anti Politik Uang | Bhayangkara Nusantara

Bertekad Jadikan Pilkada Berkualitas, JPAR Deklarasi Anti Politik Uang

 264 total views

RESTORASI atau pengembalian dan atau pemulihan menjadi seperti semula bisa dipahami. Mengembalikan sesuatu dari tempat yang salah ke tempat yang benar, dan bukan sebaliknya atau dengan kata lain memperbaiki yang keropos dengan media terbaru.

Sementara faham restorasi yang diusung salah satu partai menjadi simbol perjuangan menarik simpati publik, sepatutnya tidak hanya sebatas kata. Apa arti sebuah nama, jika kehilangan makna, jargon “restorasi” diakui banyak menuai simpati bukan cuma itu.

Partai yang mengharamkan “mahar politik” dan yang komitmen tidak akan mengusung calon kepala daerah yang berlatar belakang mantan narapidana korupsi atau yang terlibat korupsi, tak hanya menarik simpati publik tapi mampu bertengger di urutan lima besar perolehan suara Pilpres dan Pileg 2019.

Baca Juga:  Hadir Bersama Para Ibu dan Kader PKK Kecamatan Sario, JPAR Sosialisasi New Normal

Masyarakat Indonesia berharap, partai tersebut jadi pelopor dan garda terdepan dalam melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang sarat KKN menjadi sebuah pemerintahan yang good government dan good governonce.

Diyakini, partai sebagaimana dimaksud bakal menjadi Partai besar dan, bukan tidak mungkin kadernya akan tampil memimpin bangsa ini di masa datang jika konsisten mempertahankan marwah partai dan menjadikan bangsa ini bersih, bebas dari, korupsi, kolusi dan nepotisme.

Tapi harapan menuju Indonesia bebas KKN mungkin saja masih sebatas mimpi, politik transaksional makin marak terjadi, stigma tidak ada yang gratis diakui jadi mindset petinggi partai, berbagai modus, cara dan bentuk, dilakukan bahkan seseorang bisa melakukan apa saja dan rela mengorbankan martabatnya untuk memuluskan impiannya, tak peduli dengan yang disebut duit, bahkan moralitas jadi taruhan untuk menggapai mimpi.

Pilkada 9 Desember 2020 menjadi tonggak sejarah buat partai tersebut untuk meyakinkan publik bahwa perjuangannya untuk mengembalikan dan memulihkan bangsa ini (character building) menjadi semakin lebih baik bukan hanya mimpi yang tak bertepi dan fatamorgana belaka.

Deklarasi Anti Politik Uang (money politik) dan bebas mahar oleh pasangan calon Walikota Prof. DR. Julyeta Paula Amelia Runtuwene, MS dan Calon Wakil Walikota DR, Harley Benfica Mangindaan belum lama ini menjadi tekad pasangan ini untuk berkompetisi secara sehat melalui ide-ide dan gagasan cemerlang dan berbobot menuju pilkada yang berkualitas.

Sementara faham restorasi yang digaungkan petinggi Partai Nasdem, Surya Palloh menjadi tumpuan harapan masyarakat negeri ini menuju bangsa yang maju, bermartabat, bebas dari praktek politik uang dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Pilkada sejatinya sebuah sarana demokrasi bukan tujuan. Hal penting untuk diingat, pilkada harus menelorkan pemimpin daerah yang benar-benar mendarma-baktikan diri seutuhnya bagi kepentingan rakyat, konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat, pemimpin yang memiliki integritas teruji dan mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri sendiri, keluarga dan kelompok. Jola – Sulut

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0