Berdayakan SDM Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Pemkab Sangihe – BP2MI Teken MoU

 123 total views

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sangihe menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Untuk itu, Pemkab Sangihe siap berdayakan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di tengah terpaan gelombang pandemi Covid-19.

Prosesi penandatanganan MoU yang mengatur tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (SDM) ini dilaksanakan Senin (29/3/21) di aula BP2MI Jakarta.

Bupati kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana menyampaikan terimakasih yang tulus kepada pihak BP2MI yang telah membuka pintu kerjasama sehingga memberikan kesempatan bagi Pemkab Sangihe untuk merekrut para tenaga kerja yang ada di sangihe dapat bekerja di luar negeri khususnya Jepang.

Baca Juga:  Jelang Tengah Malam, TNI-Polri Wonogiri Gelar Patroli Berskala Besar
Baca Juga:  Buka Kesempatan Kerja ke Jepang, JEG: "Ini Bukti Terobosan Pemerintah"

“Ini peluang yang sangat baik bagi kita dalam memberdayakan SDM untuk mensejahterakan masyarakat Sangihe di masa pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Sementara, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah daerah yang patut diperhitungkan potensi sumber daya manusianya.

Berbagai prestasi internasional di bidang pendidikan dan olahraga membuktikan bahwa SDM masyarakat Sangihe tidak kalah dari daerah lainnya. Kesempatan bekerja di luar negeri adalah peluang emas yang harus diambil oleh masyarakat sangihe.

“Bekerja di Jepang gaji yang umumnya diterima berkisar 22 juta hingga 25 juta perbulan dengan kontrak kerja 5 tahun dan pemerintah Jepang selama ini memberikan jaminan perlindungan kerja yang baik kepada tenaga kerja,” katanya.

Rhamdani juga menjelaskan, calon pekerja akan mendapatkan pelatihan kerja dari perusahaan pengiriman tenaga kerja sehingga memiliki bekal yang cukup juga harus memiliki kemampuan Berbahasa asing, kesiapan mental dan pemantapan ideologi Pancasila.

Masih menurut Rhamdani bahwa di Indonesia sumbangan devisa dari para pekerja migran masuk pada urutan kedua terbesar setelah sektor Migas. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan jaminan dan layanan yang maksimal dari pemerintah.

Di akhir sambutannya dia mengatakan, kerjasama ini secara tekhnis akan ditindaklanjuti oleh Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) BP2MI di Manado.

Pada penandatanganan MOU ini hadir bersama Bupati Kepulauan Sangihe, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Doktarius Pangandaheng, Kepala Bapelitbang Felix Gaghaube, Kabag kerjasama Viva Masoa, Kabag Hukum Timpua Gaghana serta kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Irianto M. Manumpil. Adrianto – Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0