Bangkalan dan Mojokerto Satu Kesatuan dalam Sanubari Sejarah Kemaharajaan Majapahit | Bhayangkara Nusantara

Bangkalan dan Mojokerto Satu Kesatuan dalam Sanubari Sejarah Kemaharajaan Majapahit

 246 total views

SRIKANDI Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE mengajak generasi muda untuk menimba pengetahuan dan wawasan secara langsung. Contohnya yang bertemakan edukasi wisata budaya di Kabupaten Mojokerto atau yang dikenal dengan Mojopahit

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Budaya Bangkalan ini saat menghadiri kegiatan kebudayaan yang digelar di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/4/21).

Kegiatan ini melibatkan pemuda IPNU, Pramuka, Genre, Forum Anak, Komunitas Musik, sejarawan muda setiap organisasi kepemudaan, satu dari Kabupaten Bangkalan dan Tokoh Dewan Budaya Bangkalan. Tak lupa juga sang putri mahkota Bangkalan, Nayla Firadis Latif turut dalam giat tersebut.

Baca Juga:  Canda Tawa Hiasi Blusukan Istri Bupati Bangkalan
Baca Juga:  Puncak HKG PKK ke 48 di Jatim, Gubernur dan Arumi Bachsin Bahas Tanaman Toga

Tak hanya itu, Zaezura demikian biasa disapa, juga sangat bangga dan senang atas sambutan yang sungguh luar biasa dari Cendekiawan Mojokerto, Gus Im yang biasa dikenal Mbah Gimbal di Bale Wader area Kampung Cendekia yang didirikan Gus Im.

Sementara Muhammad Rizki Taufan, S.Pd. selaku pengiat sejarah dari Yayasan Kesultanan Bangkalan menyampaikan, kunjungannya ke Trowulan bersama istri Bupati Bangkalan (Zaenab Zuraidah-red.) sangat fenomenal baginya.

Di samping dapat menimba ilmu dan berjumpa dengan saudara-saudara di Mojokerto, kunjungan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Bangkalan dan Mojokerto memang satu kesatuan di dalam sanubari sejarah Kemaharajaan Majapahit.

“Nuansa dari masing-masing titik kunjungan, mulai dari Padepokan Gus Im, Perpustakaan Trowulan, Petilasan Raden Wijaya, Budha Tidur, Candi Brahu dan pameran lukisan di Sunrise Mall menjadi rangkaian kejadian semesta Majapahit yang memanggil kembali generasi muda Bangkalan yang turut serta bersama Bunda Zaenab Zuraidah,” ungkap Rizki.

Dengan ini, wawasan akan budaya dan sejarah generasi muda Bangkalan menjadi semakin terbuka, serta menjadi bekal penting untuk menerapkan pengalaman yang didapat di Trowulan bersama sang Srikandi Bangkalan sebagai landasan menumbuhkan kecintaan pada budaya dan sejarah Bangkalan yang gemilang.

“Insya Allah, kami generasi muda tentunya berdampingan dengan bimbingan Bunda Zaenab Zuraidah serta para sepuh Bangkalan, akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghidupkan kembali marwah kebudayaan luhur Bangkalan,” ujarnya.

Seusai rangkaian kegiatan di Ibukota Majapahit, Trowulan, Zaenab mengajak rombongan ke Kampung Seni di Kabupaten Sidiarjo. “Pada momen yang beriringan dengan gerimis rintik-rintik ini, sangat membuat kami terenyuh dan menitikkan air mata. Melihat kehidupan keras para seniman luar biasa, sungguh membuat kami terharu. Sesuatu yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata,” ujarnya..

Semua hal ini adalah inspirasi besar bagi generasi untuk selalu menumbuhkan spirit perjuangan terhadap pelestarian seni dan budaya Bangkalan, dengan berbagai kondisi.

Baca Juga:  Polres Jombang Siap Sinergi dengan FOKAN Lahirkan Generasi Jombang Bersinar

“Insya Allah, semua rangkaian kegiatan ini akan menjadi pedoman dasar bagi kami generasi muda Bangkalan. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan semacam ini, semakin memanggil dan mengetuk hati para generasi muda yang lainnya untuk terus mencintai seni dan budaya Bangkalan,” kata Rizki.

Ini kata Rizki, satu hal yang memang seharusnya dilakukan sebagai generasi penerus Bangkalan. “Terakhir, kami ucapkan terimakasih sekali lagi atas kesempatan hari kemarin, dan kami siap memberikan dukungan ke depan bersama Bunda Zaenab Zuraidah,” tutupnya. Waid/MCM – JAWA TIMUR

Komentar Anda
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0