Baksos KTPI dan GBC Lombok Barat Program Kerja Ringankan Beban Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

Baksos KTPI dan GBC Lombok Barat Program Kerja Ringankan Beban Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

KEGIATAN bakti sosial (baksos) merupakan salah satu program kerja nyata Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPl) dan Gerakan Bakti Cendana (GBC) Korda Lombok Barat.

Kegiatan tersebut kali ini digelar di Taman Telaga Singkur, Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/09/20).

Ketua Pengurus Daerah Komunitas Totok Punggung Indonesia (PD KTPI) Kota Mataram dan Lombok Barat, H. Ferry Sungkono, ST dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja untuk saling membantu meringankan beban masyarakat, terlebih di masa new normal pandemi Covid-19 ini.

“Di KTPI kita punya motivasi, pertama yaitu sesuai motto kami adalah khaerunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain,” kata H. Ferry Sungkono

Dengan begitu, kata H. Ferry, kebutuhan bergabung di forum ini visi dan misinya meningkatkan masyarakat dengan pengobatan yang sederhana tapi sangat bermanfaat untuk masyarakat terbukti.

“Alhamdulillah berbagai macam penyakit lnsha Allah bisa teratasi atas izin Allah melalui media Terapi Totok Punggung ini. Contoh penyakit yang lebih dominan disembuhkan melalui media ini secara global ada dua macam, yaitu penyakit yang sifatnya emergency dan yang sifatnya degeneratif umum,” kata Ferry Sungkono.

Penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan, lanjutnya, pertama adalah penyakit yang bersifat emergency seperti contohnya serangan jantung, pingsan, geger otak, patah tulang, keracunan, tenggelam, stroke atau pecah pembuluh darah, angin duduk kejang-kejang dan penyakit lainnya.

Kedua, penyakit yang bersifat degeneratif umum, contohnya seperti penyakit hernia, asam urat, diare, rematik, tumor atau kanker payudara, gagal ginjal, katarak, asma atau sesak nafas ambeien dan penyakit lainnya.

“Metode terapi Totok Punggung ini sudah familiar karena sudah kita lakukan dari kalangan pondok pesantren maupun masyarakat luas. Komunitas kami ini keberadaannya sudah lama dan tidak asing di semua kabupaten/kota yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat, karena sudah memiliki masing-masing pengurus daerah,” paparnya.

Baca Juga:  Gapura Kearifan Lokal Cinta Negeri Indonesia di Desa Cibuntu, Purwakarta

Ferry menambahkan, mulai tahun 2012 komunitas ini sudah ada dan dilegalkan tahun 2018 sehingga pihaknya bisa melaksanakan kegiatan ini secara massal dan profesional bahkan memiliki anggota sekitar 100 orang yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan jasa kami bisa juga datang langsung ke sekretariat di Jalan Presiden Nomor 4 BTN Sweta Mataram,” tutupnya. SHR – NTB

Facebook Comments
%d bloggers like this: