Antisipasi Gempa di Gedung Sekolah Bertingkat, BPBD Lutim Gelar Edukasi dan Simulasi

 143 total views

 

Bhayangkaranusantara.com,-Kabupaten Luwu Timur merupakan wilayah yang sering terjadi gempa, itu karena adanya aktivitas tektonik dari Sesar Matano, maka potensi terjadi gempa ada, hanya saja kita tidak tau kapan terjadinya dan berapa kekuatannya.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, sepanjang tahun 2021 ini saja telah terjadi gempa sebanyak 168 kali baik itu skala biasa maupun sedang.

Baca Juga:  Jajaran Pemkot Tomohon Ikuti Upacara Virtual Harlah Pancasila Bersama Presiden

Guna mengantisipasi terjadinya gempa dengan skala besar dan meminimalisir jumlah korban di wilayah sekolah, maka BPBD bersama Tim SAR Gabungan Kabupaten Luwu Timur menggelar Edukasi dan Simulasi Gempa Bumi di SDN Negeri 221 Malili, Senin (13/12/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Lutim, Muhammad Zabur berpesan kepada Tim yang akan melakukan simulasi agar benar-benar melakukan simulasi ini seperti sedang terjadi gempa bumi. “Buatlah senyata mungkin, tapi kita berharap semoga tidak ada kejadian gempa besar kedepannya, Aamiin,” ujar Muh. Zabur yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Drs. La Besse.

Baca Juga:  Diguncang Badai Siklon Tropis, DPRD Sangihe Siap Turun Jaring Aspirasi Rakyat

Komandan Pos Basarnas Kabupaten Luwu Timur, Laode Muhammad Bohari menuturkan, kegiatan yang pihaknya lakukan hari ini khusus untuk bangunan runtuh jika suatu saat terjadi gempa seperti di SDN 221 Malili ini yang memiliki gedung sekolah 2 tingkat.

“Jadi bagaimana adek-adek dan para guru diajarkan cara menyelamatkan diri keluar dari kelas atau gedung sekolah agar segera menuju di titik kumpul yang telah disediakan,” tutur Bohari.

Sementara untuk rangkaian simulasinya, Bohari menjelaskan bahwa, awalnya tim menuju ke lantai dua untuk melakukan cek di kelas-kelas apakah terdapat korban, jika ternyata terdapat korban maka akan dilakukan evakuasi ke bawah menggunakan tandu basket yang kemudian direspon oleh Tim Medis yang sudah menunggu.

“Namun jika ternyata nantinya terjadi gempa susulan, maka Tim Rescue segera menyiapkan tali untuk dengan cepat mengevakuasi anak sekolah yang masih berada diatas gedung menggunakan Flying Fox yang tidak sempat diselamatkan menggunakan tandu basket,” jelas Bohari.

Komandan Pos Basarnas Kabupaten Luwu Timur, Laode Muhammad Bohari menuturkan, kegiatan yang pihaknya lakukan hari ini khusus untuk bangunan runtuh jika suatu saat terjadi gempa seperti di SDN 221 Malili ini yang memiliki gedung sekolah 2 tingkat.

“Jadi bagaimana adek-adek dan para guru diajarkan cara menyelamatkan diri keluar dari kelas atau gedung sekolah agar segera menuju di titik kumpul yang telah disediakan,” tutur Bohari.

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0