Ancaman Terorisme: "Dinas Lapangan Tidak Ada Lagi Istilah Sendiri" | Bhayangkara Nusantara

Ancaman Terorisme: “Dinas Lapangan Tidak Ada Lagi Istilah Sendiri”

 66 total views

KAPOLRESTA Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, S.I.K, M.I.K memimpin pelaksanaan Apel Siaga Pengamanan Kegiatan Ibadah Paskah yang diikuti  PJU dan Pama, Bintara dan Perwakilan Polsek jajaran di Lapangan Apel Mahapatih Gajah Mada, Jumat (2/4/21).

Apel digelar menyikapi situasi kamtibmas terkini terkait ancaman terorisme yang terjadi di Gereja Makasar dan Mabes Polri.

“Yang pertama, tentunya tidak henti-hentinya kita ucapkan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunianya serta nikmat kesehatan seluruh anggota dapat mengikuti apel siaga pengamanan kegiatan ibadah, aamiin,“ ucap AKBP Deddy Supriadi.

Baca Juga:  Kapolri Kembali Keluarkan Surat Telegram Baru, Sejumlah Perwira Dimutasi
Baca Juga:  Mabes Polri Ingatkan Pelanggar PSBB, Ini Sanksinya...

Yang kedua, menyikapi situasi terkini aksi terorisme yang ada di beberapa tempat. Kemarin dalam vidcon yang dipimpin Kapolri dan ada penekanan serta paparan dari Kadensus bahwa berkontraksinya aksi terorisme saat ini dimulai sejak kepulangan Habib Rizieq dan pembubaran kelompok ormas FPI berikut penangkapan dan penahanan HRS, isu Syiah, preemtif street, yaitu penangkapan jaringan kelompok teroris yang ada di tanah air.

“Aksi balas dendam, muncul kejadian ini menuntut kawan-kawan sekali untuk melaksanakan kegiatan pengamanan yang lebih ekstra tinggi dan hati-hati serta waspada terhadap kemungkinan,” kata Kapolresta Mojokerto

Untuk menggetarkan kembali mengingat bagaimana cara bertindak ketika ada seseorang akan melakukan penyerangan atau aksi, penekanan Kapolres, anggota yang berdinas di lapangan, seperti Satuan Lalu Lintas, Sabhara yang berpakaian dinas tidak ada lagi istilah sendiri.

“Tidak ada lagi yang lalai, jika ada pihak-pihak yang berpikiran untuk melakukan aksinya, Berikutnya jika sedang melaksanakan kegiatan pengamanan Paskah, yang terpenting perencanaan pengorganisasian sudah, tinggal pelaksanaannya,” ujarnya.

Pengamanan dilakukan tiga hari sampai hari Minggu yang menjadi penekanan Kapolri, sehubungan dengan adanya peristiwa penyerangan di Mabes Polri.

“Kami tetap bekerja dan akan tetap melayani masyarakat, ini yang telah disampaikan Bapak Kapolda,” Kata Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi

Beberapa waktu lalu juga terjadi penangkapan sebanyak 22 orang di antaranya ditangkap di Kabupaten Mojokerto yang berdomisili asli di Kelurahan Miji.

“Dari aksi penyerangan tersebut, mari kita berdoa bersama semoga Tuhan memberikan perlindungan kepada kita bersama, tolong nanti saat kawan-kawan yang melaksanakan kegiatan pengamanan gereja saling mewaspadai,” pinta Kapolresta

Kapolres juga mengharapkan anggotanya tetap semangat dan jadikan ini sebagai ladang ibadah bersama. “Serta kesuksesan. Aamiinya Rabb,” tutupnya. Waid – Jatim

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0