Aksi Biadab Terhadap Balita yang Viral Akhirnya Terungkap, Motifnya Sepele | Bhayangkara Nusantara

Aksi Biadab Terhadap Balita yang Viral Akhirnya Terungkap, Motifnya Sepele

 5,745 total views

AKSI biadab terhadap anak balita yang viral videonya di jejaring sosial akhirnya terungkap. Diketahui, lokasi kejadian di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pihak Polresta Tangerang dalam keterangannya menyebut, peristiwa tersebut terjadi Minggu lalu, tepatnya 28  Februari 2021, sekira pukul 13.00 WIB.

Pelaku diketahui berinisial ASD, sedangkan balita yang menjadi korban aksi biadab tersebut berinisial ZM, baru berusia 2 tahun 4 bulan. ZA merupakan anak dari Keluarga AH, warga Kampung Tari Kolot RT 001/002, Kelurahan Sukanagara Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tanggerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro, SH, SIK, M.Si dalam keterangannya mengatakan, ASD melakukan tindakan yang sangat tidak bermoral terhadap anak di bawah umur tersebut karena alasan yang sangat sepele. “Rasa kesal dan marah pelaku ASD yang dirasakan saat itu karena Hp miliknya dilempar korban (ZM-red),” kata, Selasa (16/3/21).

Aksi Biadab Terhadap Balita yang Viral

Baca Juga:  Video Viral: Jambret Beraksi Sampai Seret Korban Akhirnya Dibekuk
Baca Juga:  Video Kekerasan Terhadap Balita Viral Beredar di Medsos, Pelakunya Sadis...

Wahyu menyebut, motif kekerasan anak di bawah umur oleh ASD ini terungkap dari hasil pengembangan laporan Polisi Nomor: LP/211/K/III/2021/Resta Tanggerang, tanggal 15 Maret 2021 atas laporan ibu korban RA

Dari laporan dan petunjuk video tersebut, selanjutnya piket Reskim Unit III Harda Bripka Tri Marton, A.Md dan Bripka Supriyono melakukan pengecekan ke rumah korban.

Sementara Unit Opsnal yang dipimpin Kanit PPA Iptu Subarjo, SH, M.Si dan Ipda Udi Sahudi, SH serta Bripka Indra, gerak cepat langsung melakukan pengamanan dan menjemput pelaku dari kediamannya pada Senin (15/3/21).

“Dari serangkaian pemeriksaan terungkap bahwa motif penganiayaan ini karena kesal. Tersangka marah karena HP miliknya di lempar korban, sehingga membuat ASD emosi dan marah langsung memukul perut korban beberapa kali dengan beberapa posisi korban baik duduk, berdiri, tidur dan terlentang.” kata Kapolresta Kombes Wahyu.

Atas perbuatan tak bermoral dan bejatnya, ASD dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan pidana 3 tahun atau paling lama 6 tahun penjara.

Atau Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi: “Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan sanksi pidana bagi orang atau pelaku kekerasan/penganiayaan yang melanggar pasal di atas ditentukan dalam Pasal 80 UU 35 tahun 2014:

(1). Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 72 juta. Bachtiar/BN01 – TANGERANG

Komentar Anda
+1
2
+1
2
+1
2
+1
1
+1
2
+1
0
+1
7