Akhirnya Sangihe Punya Galeri Seni, Wolff: “Ini Jadi Ruang Kawula Muda Berkreasi dan Berinovasi” | Bhayangkara Nusantara

Akhirnya Sangihe Punya Galeri Seni, Wolff: “Ini Jadi Ruang Kawula Muda Berkreasi dan Berinovasi”

 69 total views

PAMERAN sekaligus launching galeri seni untuk kali pertama digelar di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Galeri sederhana yang menampung mimpi besar para seniman Sangihe ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sangihe setelah melewati sebuah penantian panjang.

Galeri seni ini terletak di lantai dua gedung kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Sangihe tepat di pojok utara Kota Tahuna yang dulunya dikenal dengan sebutan Balai Pertemuan Umum (BPU) Tahuna.

Embrionya adalah sekelompok pemuda Sangihe yang tergabung dalam Sangihe Visual Secret yang menjadi inisiator berdirinya galeri seni pertama di Sangihe. Galeri ini dilahirkan dari mimpi bersama para seniman di Visual Secret, tentu saja para Seniman Sangihe.

galeri seni sangihe
Herry Wolff bersama Bupati Sangihe saat hadir di galeri seni

“Meski ada proses silang pendapat, baik dari kami, para senior bahkan banyak pihak untuk dunia seni di Sangihe,” kata Ketua Panitia Pelaksana pameran dan launching galeri seni, Billy Maninggir kepada sejumlah wartawan di Tahuna, Selasa (2/3/21).

Tema dari kegiatan ini yakni Loud and Free dan ini sudah mengambarkan dengan tegas mimpi mereka (para seniman) bersama untuk terus menciptakan ruang karya seni bagi seluruh masyarakat Sangihe

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton, Herry Wolff, ST, ME mengatakan, suku Sangihe memiliki ciri khas tersendiri terkait seni, baik seni musik maupun seni rupa.

“Sehingga lewat fasilitas ini terbuka ruang bagi anak muda khususnya di Sangihe untuk bisa berkreasi dan berinovasi dengan batasan-batasan tertentu, dan ini juga merupakan peluang untuk tetap menjaga kreativitas,” ujarnya.

Sedangkan Kepala DPKD Kabupaten Sangihe, Johanis Pilat mengatakan, gelaran hari ini merupakan suatu kebangkitan kaum muda Sangihe dalam mengaktualisasikan diri serta menjadi kebangkitan paradigma perpustakaan modern.

Paradigma perpustakaan di era digital saat ini adalah working space atau era kerja kreatif bagi anak-anak muda. Sebab perpustakaan pada dasarnya adalah pusat ilmu pengetahuan, pusat aktivitas masyarakat bahkan pusat budaya.

Seni
Sebagian lukisan karya Seniman Sangihe di galeri seni
Baca Juga:  Musrenbang - RKPD 2022 Sangihe, Kakondo Bedah Pokok Pikiran DPRD

“Saya berharap ruang yang tersedia bagi anak anak muda ini mendapat support dari berbagai pihak untuk mendorong mereka mengembangkan potensi diri mereka, sekaligus menjalankan tanggungjawab kami terhadap sejarah panjang dari gedung ini sebagai pusat kegiatan masyarakat Sangihe. Adrianto  –  Sangihe

Komentar Anda
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0