Ada Dugaan Rekayasa Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Awet Muda, Keluarga Keberatan Tuntut Kejelasan | Bhayangkara Nusantara

Ada Dugaan Rekayasa Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Awet Muda, Keluarga Keberatan Tuntut Kejelasan

 464 total views

Hj. Sri (55), warga Peneguk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah diduga jadi korban rekayasa pasien Covid-19. Pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Awet Muda Narmada, Lombok Barat setelah dipulangkan dari rumah sakit tersebut, pada Rabu (10/3/21). Namun anehnya, keluarga pasien baru diberikan informasi tanpa ditunjukkan hasil medisnya.

Juhanes, anak dari almarhumah Hj. Sri, merasa keberatan atas pernyataan pihak Rumah Sakit Awet Muda Narmada terhadap pasien yang sudah dipulangkan dari rumah sakit, karena sebelumnya Hj. Sri memiliki riwayat penyakit jantung saat dirawat di rumah sakit dan belum pernah dilakukan swab maupun pemeriksaan terkait terkonfirmasi virus Covid-19.

Ada Dugaan Rekayasa Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Awet Muda, Keluarga Keberatan

Baca Juga:  Proyek Ini Ambruk Jilid 3, L-KPK NTB Minta KPK Ambil Alih Kasus Senggigi
Baca Juga:  Sambangi Warganya, Bripka Asep: "Minta Izin, Saya Bawa Bapak Berobat"

“Tapi tiba-tiba setelah pulang baru diberikan informasi tanpa menunjukkan hasil tes riwayat laboratorium terhadap ibu saya. Yang jadi persoalan, pihak rumah sakit belum bisa menunjukkan bukti bahwa almarhumah ibu saya terkonfirmasi dengan virus Covid-19,” ungkapnya, Jumat (12/3/21).

Juhanes juga mengungkapkan, saat ibunya dipulangkan pihak keluarga yang diwakili saudaranya diminta tanda tangan bahwa ibunya terkonfirmasi Covid-19, baru bisa izinkan pulang. “Tapi tanpa diberikan bukti-bukti yang kuat, sehingga kami sangat merasa kecewa atas perlakuan pihak rumah sakit terhadap keluarga kami,” kesalnya.

Baca Juga:  Video Viral Suami Tangkap Basah Istri Bersama Pria Lain di Kamar Berlanjut di Propam, Si Pria Diduga Oknum Polisi

Mengetahu hal tersebut, tentu saja pihak keluarga syok, karena dari informasi itu para kerabat dan tetangga menjadi panik tak berani melayat untuk berziarah ke keluarga. Bahkan di acara tahlilan pun tidak ada yang berani datang atas informasi yang diberikan kepada keluarga.

“Kami belum yakin dengan hasil tersebut, jangan-jangan ini rekayasa pihak rumah sakit. Kami selaku keluarga merasa keberatan dan akan menuntut untuk mencari kejelasan terhadap pernyataan pihak Rumah Sakit Awet Muda Narmada, karena ini sangat merugikan kami selaku pihak keluarga,” tandasnya. SHR – NTB

Komentar Anda
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
5
+1
0
+1
0