30 Hari Buron, Napi Ini Belum Juga Ditemukan Rimbanya, Kalapas Ancam Oknum Anggota Yang Bantu Kabur – Bhayangkara Nusantara
30 Hari Buron, Napi Ini Belum Juga Ditemukan Rimbanya, Kalapas Ancam Oknum Anggota Yang Bantu Kabur

30 Hari Buron, Napi Ini Belum Juga Ditemukan Rimbanya, Kalapas Ancam Oknum Anggota Yang Bantu Kabur

 2,920 total views,  2 views today

NARAPIDANA Julius Tangkuliwutang, lelaki asal Desa Kalasuge, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe yang divonis 15 tahun penjara (B.1.58/2017), tercatat menghilang dari penjara Kelas II B Tahuna sejak 9 September 2020 hingga saat ini belum ditemukan dimana rimbanya dia bersembunyi.

Upaya dan kerja keras dari pihak kepolisian bersama personil Lapas Tahuna belum juga menemukan jejak dan tanda tanda tempat persembunyian Julius.

Berbagai cara dan taktik pun dimainkan pihak lapas Tahuna dan Polres Sangihe, sampai membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan Julius bersembunyi, namun hingga berita ini ditulis jejak kaki napi ini seakan hilang di telan bumi, tak terdeteksi di mana kini berada.

Mungkinkah dia telah jauh berlayar meninggalkan Pulau Sangihe, atau hanya bersembunyi di hutan dan perkebunan untuk sekedar bertahan hidup. Atau mungkin pula Julius nekat menerobos perbatasan lewat jalur laut menuju negara tetangga Filipina?

Kalapas Kelas II Tahuna, Mardi Santoso ketika dihubungi bhayangkaranusantara.com, Kamis (8/10/20) menjelaskan, semua staf telah diperintahkan untuk membantu pencarian. Ada yang mengawasi di pelabuhan bekerja sama dengan imigrasi dan juga yang turun langsung bekerjasama dengan kepolisian ke lokasi pencarian.

Sedangkan peluang Julius untuk kabur keluar daerah seperti Kota Bitung dan Manado atau kota lainnya sangat kecil peluangnya, karena semua gerbang pelabuhan keluar telah diawasi dengan ketat

Demikian juga kemungkinan Julius berusaha menerobos perbatasan lewati lautan menuju Filipina, langkah itu akan sangat sulit baginya karena membutuhkan biaya yang besar, dan jika berhasil lolos tiba di sana sudah pasti Julius langsung ditangkap karena tidak memiliki dokumen yang resmi.

Sementara dia tidak mempunyai uang, kecuali mungkin ada keluarga atau temannya yang secara sembunyi sembunyi membantu. Tapi sebaliknya jika Julius selama ini hanya sembunyi di hutan, dia pasti kelaparan atau sakit karena kekurangan berbagai kebutuhan hidup jika tidak ada orang lain yang membantunya.

Mardi Santoso, mengingatkan suatu saat Julius pasti tertangkap dan saat dia sudah tertangkap dirinya akan buktikan jika ada pihak yang membantu Julius dalam pelarian atau turut menyembunyikannya. “Perbuatan itu diancam pidana 2,8 tahun penjara (pasal 233 KUHP), siapapun dia pasti saya tindak tegas,” ancam Santoso.

Meski demikian, Santoso tetap berharap bantuan dan kerjasama dari semua pihak lebih khusus keluarga dan teman Julius serta pemerintah desa untuk dapat memberikan informasi langsung ke polisi atau pihak lapas apabila mengetahui keberadaan Julius Tangkuliwutang.

Baca Juga:  Terobos Kawat Duri Bobol Pintu Belakang, Napi Ini Kabur Tanpa Jejak, Nih Mukanya...

Disinggung soal sanksi atau hukuman bagi personil lapas yang lalai hingga menyebabkan kaburnya Julius, kalapas yang sebelumnya pernah bertugas di Nusakambangan ini mengatakan, telah dilakukan pemeriksaan internal kepada anggota lapas dan saat ini tinggal menunggu masa hukuman. Dia memastikan hukuman yang dijatuhkan kepada anggotanya itu sangat berat. Andrianto – Sangihe

Komentar Anda

Bagaimana Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0