202 Travel Gelap Diamankan Polda Metro Jaya dalam Operasi Khusus | Bhayangkara Nusantara

202 Travel Gelap Diamankan Polda Metro Jaya dalam Operasi Khusus

 89 total views

SELAMA tiga hari mulai Ditlantas Polda Metro Jaya beserta seluruh polres jajaran melaksanakan operasi khusus penertiban kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin trayek atau sering disebut dengan “traveI gelap” yang mengangkut penumpang yang mau mudik ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jateng dan Jatim.

Operasi yang dilaksanakan selama tiga hari ini dengan cara hunting system. Kegiatan ini akan terus berkelanjutan sampai dengan adanya pencabutan larangan mudik dari pemerintah.

Dari kegiatan operasi tersebut Ditlantas Polda Metro Jaya berhasil menyita barang bukti berupa kendaraan bermotor sejumlah 202 unit terdiri dari bus 11 unit, minibus 112 dan mobil pribadi 79. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi sebanyak 202 orang, dan penumpang yamg berhasil dicegah mudik sebanyak 113 orang.

Dengan diamankannya sebanyak 202 unit kendaraan, maka sejak operasi ketupat larangan mudik yang dimulai sejak 24 April 2020 ini Polda Metro Jaya telah menyita sebanyak 228 kendaraan.

Keseluruhan kendaraan tersebut diamankan dari jalan tol, arteri dan berbagai jalan tikus yang sudah dimapping. “Modus operandi mereka ada yang menawarkan melalui media sosial, dan ada dari mulut ke mulut,” kata Ditlantas Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (11/5/20).

Adapun untuk harga tiket yang ditawarkan cukup mahal di atas harga normal. Contohnya ke Brebes biayanya Rp. 500.000,- . Padahal biasanya Rp. 150.000, atau ke Cirebon biayanya Rp. 300.000,-, padahal harga normalnya Rp. 100.000,

Untuk para pengemudi diberi tindakan dengan tilang dan dikenakan pasal 308 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 dimana setiap orang yang mengemudikan ranmor umum yang tidak memiliki izin menyelenggarakan orang tidak dalam trayek atau dalam trayek maka dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000,-.

Baca Juga:  TRC BPBD dan Dinsos OKU Selatan Dirikan Tenda dan Dapur Umum untuk Korban Banjir

Setelah diberikan tilang maka pengemudi dan penumpang dipersilakan kembali untuk penumpang dikembalikan ke lokasi awal penjemputan. Penindakan pelanggaran ini merupakan jawaban keragu-raguan masyarakat yang menilai Polri ada “main mata” dengan pemudik.

“Apabila ada penyimpangan yang dilakukan anggota Polri, dokumentasikan dan laporkan ke kami langsung, kami akan tindak tegas dan kami akan usulkan umuk dipecat,” tegasnya. Jay – Jakarta

Komentar Anda
+1
+1
+1
+1
+1
+1
+1