Zaenab Zuraidah Minta Media Sinerji dengan FOKAN Jawa Timur Dalam Pemberantasan Narkoba

Zaenab Zuraidah Minta Media Sinerji dengan FOKAN Jawa Timur Dalam Pemberantasan Narkoba

KEHADIRAN dua organisasi, yakni Presidium FOKAN (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba) dan Sinergi Nawa Cita Indonesia (SNCI) di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar mengetahui dan paham tentang perkembangan peredaran narkoba saat ini.

Menurut data BNN, prevalensi pengguna narkoba di Jawa Timur saat ini, sudah sampai 1 juta lebih. Ini artinya, Jawa Timur telah masuk 5 besar dalam peredaran gelap narkoba.

“Jadi ini perlu perang bersama, jangan sampai generasi muda Jawa Timur hancur karena narkoba dan daerah Bangkalan ini harus benar-benar perang agar Bangkalan Bersinar, Madura Bersinar,” kata Ketua Umum Presnas FOKAN, Jefri Tambayong, SH didampingi Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Arman Depari, Ketua SNCI Prof. RM. Suryo Atmanto, Ketua DPD FOKAN Jawa Timur Zaenab Zuraidah Latif dalam keterangan pers yang digelar di Media Center Kabupaten Bangkalan, usai melantik Kepengurusan DPD FOKAN Jawa Timur, Jumat (21/2/20).

Jefri mengatakan, kehadiran FOKAN di Jawa Timur fokus pada rehabiltasi pecandu narkoba bekerjasama dengan Kementerian Sosial, BNN, Kemenkes dan IPWL yang ada. “Kemudian kita melaksanakan P4GN, kita akan gunakan fasilitas seni, budaya dan olahraga untuk mengadakan itu, mensosialisasikan bahwa bahaya-bahaya narkoba itu mulai dari PAUD sampai ke yang lainnya,” kata Jefri yang juga Ketua GMDM.

Jefri menerangkan, dengan masuknya FOKAN di Jawa Timur tidak menutup kemungkinan akan hadirnya BNK di Pulau Madura. “Insya Allah dalam waktu dekat ada kantor BNK di Kabupaten Bangkalan. Ketua DPRD sini dan Bupati juga telah diskukan ini agar bisa direalisasikan, sehingga kantor BNN Kabupaten bisa ada di Madura,” jelasnya.

Baca Juga:  KADER PARTAI BULAN BINTANG PENGGAGAS KOPERASI NON BUNGA TANPA RIBA

Secara pasti, lanjutnya, saat ini Indonesia sudah darurat narkoba dan zonanya sudah sangat mengkhawatirkan. “Di Madura ini saya percaya teman-teman. Jadi kita ini perang bersama mendukung Polisi, BNN, Bupati dan Ibu Bupati, termasuk FOKAN yang mau bergerak, tidak punya ambisi dan tujuan lain selain satu, agar Bangkalan ini Bersinar,” imbuhnya.

Untuk itu Jefri berharap semua pihak bisa kesampingkan segala sesuatu yang sifatnya saling mencurgai. Tetapi menyatukan tekad untuk bersama menjadikan Bangkalan ini bersih dari narkoba.

“Apapun, siapapun musuh para bandar dan oknum yang bermain dengan para bandar, ayo kita perang bersama, sikat bersama untuk hal-hal seperti itu, dan keluarga adalah benteng utama,” tegas Jefri Tambayong.

Sementara, Ketua DPD FOKAN Jawa Timur Zaenab Zuraidah Latif meminta kepada seluruh awak media untuk ikut bersinerji dalam pemberantasan narkoba. “Perbuatan positif tolong diunggah dan jika ada sesuatu yang bikin kacau dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Bangkalan, jangan terlalu banyak dishare,” kata Istri Bupati Bangkalan tersebut.

Oleh karena itu, ia berharap semua pihak khususnya media agar bisa saling menjaga ketenangan dan kenyamanan di Kabupaten Bangkalan. “Kita mohon untuk itu dengan sangat, karena media di sini adalah tonggak utama untuk ke seluruh dunia. Tentunya pergerakan saya dimulai dari lingkup terlinier yakni dunia PAUD, karena saya sebagai Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten,” ungkap Zaenab.

Sebagai Ketua FOKAN Jawa Timur, tidak menutup kemungkinan dirinya akan masuk ke 38 kabupaten/kota seluruh di Jawa Timur. “Otomatis saya punya link dengan seluruh bapak dan ibu bupati, dan sudah bicara dengan Pak Arman, Pak Jefri, dan Pak Suryo bahwa ibu Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin mendukung dan support pergerakan FOKAN dan Nawa Cita,” ungkap Zaenab Zuraidah Latif.

Baca Juga:  BNN dan Relawan Anti Narkoba Perang Terhadap Covid-19

Tercatat dari IDI, IBI, Lintas Sektoral Himpaudi, NU Muslimat dan para tokoh agama dan lintas agama siap bersinergi dengan FOKAN di Jawa Timur. “Kami akan kita buktikan nanti di awal bulan hingga bulan-bulan selanjutnya, kita akan masuk lewat penyuluhan penyuluhan,” jelasnya.

Zaenab juga menegaskan, tidak menuntup kemungkinan jika ada yang terdampak narkoba dan jadi korban tetapi bukan pengedar namun ingin sehat kembali, bisa melapor kepada pihanya. “Insya Allah akan kami rujuk dan bawa ke tempat rehab yang telah mendapatkan ACC dari BNN Provinsi juga lisensi dari BNN Pusat,” kata Zaenab mengakhiri. ED/MCM- Jawa Timur

Facebook Comments