Warga Desa Pasir Eurih Bogor Jadi Korban Bidan Malpraktek, Begini Ceritanya…

Warga Desa Pasir Eurih Bogor Jadi Korban Bidan Malpraktek, Begini Ceritanya…

DENGAN tubuh lemas terbaring, Widiyawati, warga Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor harus menahan perih saat tahu dirinya menjadi korban kelalaian seorang oknum bidan yang menangani persalinannya.

Padahal sebelum melakukan persalinan di bidan tersebut, Istri dari Mohammad Rivaldi ini selalu rutin memeriksa kandungan setiap bulan untuk mengetahui perkembangan calon buah hati dalam kandungannya. Namun apa dikata, nasib berkata lain. Manusia berencana tapi Tuhan berkehendak lain.

Kepada media ini di kediamannya Rabu (24/3/20), korban menceritakan kejanggalan dalam proses persalinan yang dijalaninya.

Berawal dari hasil USG calon bayi korban yang diketahui memiliki berat badan mencapai 3,8 ons,  namun tetap dipaksakan dengan cara normal oleh sang bidan, sampai akhirnya proses persalinan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sang bidan dengan percaya diri meyakinkan korban bahwa persalinannya masih bisa ditangani secara normal sampai berhasil melahirkan dengan kondisi sang buah hati sehat dan baik-baik aja.

Walhasil, “jauh panggang dari api”. Kenyataan berbeda dengan ucapan. Setelah dibawa ke rumah, didapati sang bayi dalam keadaan membiru di sekeliling bibirnya.

Mendapati ini, tentu saja Widiyawati  waswas. Tanpa pikir panjang, akhirnya ia pun langsung membawa sang bayi ke rumah sakit terdekat, RS Melania.

Setelah dilakukan beberapa pengecekan dan rontgen, dokter di rumah sakit tersebut menerangkan bahwa sebagian paru-paru bayinya sudah terendam air ketuban yang terminum. Dokter bahkan menegaskan, dengan berat bayi 3,8 ons seharusnya dilakukan operasi caesar.

Diduga, sang bidan telah melakukan malpraktek dalam proses persalinan kepada korban. Atas musibah ini, Widiyawati dan suami kini menginginkan itikad baik dari sang bidan untuk datang ke rumah. Mereka berharap tidak terjadi lagi kejadian yang sama menimpa pasutri lainnya.

Baca Juga:  Hadapi New Normal, Salut... Polda Jateng Buat Kampung Siaga Covid-19 di 284 Lokasi

Menindaklanjuti kasus ini, Kepala Desa setempat Raup Obay yang dikonfirmasi media ini menuturkan dirinya belum mengetahui kejadian tersebut, karena tidak ada laporan dari RT, RW maupun dari keluarga kepadanya.

“Saya mengucapkan terimakasih karena dapat info ini dari wartawan. Hal ini akan ditangani secara serius,” tutupnya. RED – BOGOR

Facebook Comments
%d bloggers like this: