Walikota Manado Perpanjang Masa Kerja dari Rumah Sampai 16 April 2020

Walikota Manado Perpanjang Masa Kerja dari Rumah Sampai 16 April 2020

MENGINGAT belakangan ini penyebaran Covid-19 makin menggila, langkah cerdas pun ditempuh seorang DR. GS. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, Walikota Manado dengan memperpanjang masa liburan jajarannya untuk melindungi mereka dari serangan Corona Virus Disease (Covid-19).

Kebijakan memperpanjang masa liburan ASN, THL dan Karyawan BUMN ini tak lain menghindarkan mereka dari kemungkinan terinfeksi virus yang penyebarannya makin mewabah di segala penjuru dunia, juga sebagai strategi memutus mata rantai penyebaran virus yang sempat membuat ketar-ketir masyarakat Kota Manado.

Namun demikian, masa liburan tersebut, bagi ASN, THL dan pegawai BUMD tetap melaksanakan tugas pekerjaan mereka seperti biasanya, yaitu bekerja dari rumah (work from home), tidak dibenarkan ke tempat umum dan melakukan perjalanan dinas.

Penegasan tersebut tertuang lewat Surat Edaran Walikota Manado No: 800/B. 04/BKPSDM/221/2020 yang ditandatangani Walikota Manado GSVL tertanggal 27 Maret 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Manado.

Dalam surat tersebut, Walikota Vicky Lumentut memutuskan untuk memperpanjang program kerja dari rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) berlaku mulai Senin, 30 Maret sampai dengan tanggal 16 April 2020.

Ditegaskan dalam surat edaran tersebut khusus pejabat esselon III dan II, camat, lurah, dua level pejabat struktural tertinggi BUMD, ASN dan THL, termasuk petugas piket yang diberi tugas tambahan masuk dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, tetap melaksanakan tugas sesuai tupoksinya.

Hal lain yang juga diinstruksikan Walikota yakni meminta semua telepon genggam atau handphone pejabat dan pegawai, termasuk tenaga harian lepas atau THL, harus terus dalam keadaan aktif dan mengingatkan semua Kepala SKPD, membuat WhatsApp Group (WAG), untuk mengontrol absensi selama program work from home berlangsung.

Baca Juga:  Kapolres Tangsel Hadiri Giat HUT ke 57 Pramuka

Sementara itu, kebijakan Walikota yang memperpanjang program kerja dari rumah, GSVL juga harus memikirkan kebutuhan hidup sehari-hari jajarannya.

“Bagaimana mereka bisa bekerja optimal, sementara di sisi lain pikiran mereka dibuat pusing tujuh keliling bagaimana dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Sulawesi Utara, Ramli Kumayas, Senin (30/3/20).

Lebih lanjut Kumayas berharap Walikota tidak hanya terfokus pada upaya pencegahan Covid-19, tapi bagaimana turut memikirkan nasib jajarannya yang mungkin dibuat pusing memikirkan kelanjutan hidup yang saat ini melanda hampir sebagian masyarakat kelas menengah dan masyarakat golongan bawah.

Ia berharap Walikota segera mengambil langkah sebelum terlambat, sekecil apa pun kepeduliannya dalam membantu warganya akan sangat berarti untuk menyambung hidup mereka yang saat ini tengah menunggu uluran tangan pemerintah di tengah-tengah situasi perekonomian warga yang kini lagi sekarat.

Mamuaya yang juga staf pengajar (dosen) di salah satu perguruan tinggi mengatakan, langkah darurat harus segera ditempuh kalau tidak mau ada warganya yang terlibat kriminal, seperti merampok atau mencuri karena persoalan perut yang sudah tidak terisi lagi, sehingga cara pintas pun dilakukan demi menyambung hidup mereka.

“Artinya, segala cara akan dilakukan ketika seseorang dalam keadaan lapar dan siapa yang harus disalahkan,” tanya Mamuaya. Jola-Manado

Facebook Comments