Tim Gabungan Satpol PP Kota Tomohon Akan Kosongkan Kandang Ternak Babi Tanpa Izin

Tim Gabungan Satpol PP Kota Tomohon Akan Kosongkan Kandang Ternak Babi Tanpa Izin

 3 total views,  2 views today

KOTA Tomohon sempat menerima penghargaan Kota Sehat yang berkategori “Swasti Saba Wistara” dan beberapa kategori di tahun 2013 yang lalu.

Pemberian penghargaan saat itu melibatkan lintas sektor seperti Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta institusi lainnya.

Tentunya jika Pemerintah Kota Tomohon lebih serius nanti untuk menertibkan beberapa lokasi peternakan babi dan ayam daging yang tidak layak lagi dilakukan tempat beternak.

Sehubungan di daerah sekitar sudah mulai adanya pemukiman warga, agar warga yang tinggal di sekitar tidak lagi mengalami aroma bau tidak sedap saat melewati kandang ternak babi yang akan dan sudah dilakuan pengosongan oleh pihak pemerintah kota melalui Polisi Pamong Praja yang diback up Polri, TNI dari Koramil dan sukarelawan dari Ormas Berigade Manguni Indonesia (BMI).

Kabar baik buat warga masyarakat yang sering melintasi di ruas jalan antara Woloan TaraTara Kecamatan Tomohon Barat, baru baru ini saat awak media ini melintasi daerah tersebut, terlihat petugas gabungan menertibkan lokasi peternakan di daerah tersebut.

Kasatpol PP Kota Tomohon Saat Syske S, Wongkar, S.Pd yang dimintai penjelasannya tentang hal tersebut kepada media ini membenarkan saat ini tim yang dia sudah tugaskan turun ke lokasi, karena sudah ada beberapa alasan yang menjadi tindakan tugas pokok selaku Satpol  PP, yaitu mengawal Perda.

“Alasan lainnya pemilik tidak memiliki izin Amdal sudah cukup lama, mendapat pengaduan masyarakat yang sedang beraktifitas bertani, sekalipun kandang peternak Babi ini belum jadi dikosongkan pada hari itu juga, karena si pemilik sempat memohon minta waktu seminggu untuk memindahkan babi mereka yang jumlahnya ratusan ekor,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Baca Juga:  Petani Mengeluh, Akses Jalan Menuju Kebun Masyarakat Rusak Parah! PT. CLM Dinilai Kurang Peduli

Nampak hadir di lokasi antara lain, Camat Tomohon Barat Johon Gigir, SP.d. MP.d, Kapolsek Tomohon Tengah Kompol Drs. Chilion Diar, Lurah Woloan Tiga Johanes Runtu, SE dan Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satpol – PP Kota Tomohon Wolter Walukow, S.Sos serta 2 orang anggota TNI dari Koramil Tomohon.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Pemkot Tomohon kepada pemilik, Nainggolan perihal pemberhentian sementara ternak babi berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi yang telah dilakukan Pemerintah Kota Tomohon disampaikan hal-hal sebagai berikut di antaranya:

1. Pemilik peternakan babi milik Nainggolan saat pemantauan di lokasi usaha tidak dapat menunjukan dokumen lingkungan.

2  Kegiatan usaha ternak babi di Wanambawa Kelurahan Woloan Tiga Kecamatan Tomohon Barat milik Nainggolan dalam penyelenggaraanya tidak didasarkan pada peraturan perundang -undangan yang berlaku yaitu:

a. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2008 tentang ayat 1 “Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Amdal dan UKL UPL wajib memiliki izin Lingkungan dan pasal 69 bagian ketiga poin e, “Setiap orang dilarang membuang limbah lingkungan hidup ,”

b. Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pencemaran air limbah ke air atau sumber mendapat izin tertulis dari bupati/walikota.

3. Pengaduan masyarakat sekitar usaha ternak babi.

4. Pemakarsa belum menindaklanjuti hal yang disepakati bersama antara Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat, Pemerintah Kelurahan dan Pemakarsa yang termuat dalam berita acara 13 November 2019 yaitu, penyelesaian pembuatan septic tangk. Pernyataan yang tidak akan melakukan pembuangan limbah ternak babi langsung ke saluran irigasi dan Kesediaan Untuk menermah Sangsi.

5. Bahwa kegiatan usaha ternak babi yang dijalankan telah memberi dampak negatif terhadab lingkungan dan warga sekitar lokasi usaha seperti air bersih dan keruh .

Baca Juga:  Dari Desa ke Jakarta, Warga Jatibogor, Tegal Datangi Mabes Polri dan Kompolnas untuk Ini...

Berdasarkan hal tersebut, maka disampaikan kepada Nainggolan untuk memberhentikan sementara kegiatan usaha ternak babi. BERT – SULUT

Facebook Comments
%d bloggers like this: