Tidak Ada Toleransi, Narkoba di OKU Dilibas

Tidak Ada Toleransi, Narkoba di OKU Dilibas

 5 total views,  1 views today

SATUAN Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan mengamankan 4 tersangka, 1 di antaranya masih berstatus pelajar (mahasiswa).

Sementara ke 3 tersangka lainnya yang ditangkap secara terpisah diduga bekerja sebagai pegawai honorer biasa di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU.

Adapun identitas keempat tersangka antara lain, MJ (29), pelajar/mahasiswa, warga Jl. Imam Bonjol, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. MJ ditangkap pada Selasa 20 Maret 2020 lalu didekat rumahnya Jl. Padat Karya, dekat SMPN 13 OKU, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur dengan barang bukti (BB) 6 paket kecil diduga narkotika jenis sabu seberat 1,92 gram beserta 2 buah timbangan digital dan satu buah pipet plastik berbentuk sekop, juga 2 ball plastik klip bening.

Kemudia TA (30), pegawai honorer, warga Jl. Air Semambu, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, AK (43), pegawai honorer, warga Jl. Padat Karya, Blok PA, Kelurahan Sekar Jaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

Dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan 1 bungkus plastik klip diduga sabu-sabu dengan berat 0,36 gram.

Selanjutnya tersangka yang keempat berinisial FD (25), warga Dusun VI Desa Peninjauan, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU. FD ditangkap di rumahnya dengan barang bukti (BB) sebanyak 7 paket sabu plastik klip sedang dengan berat 2,84 gram.

Ditambah 1 paket plastik klip kecil sabu dengan berat 0,40 gram beserta satu buah timbangan berbentuk remot, 2 buah sekop dan uang tunai sebesar Rp. 955.000 bersama 2 unit Hp.

Keempat tersangka yang 2 di antaranya diketahui sebagai pengedar dan bandar ini ditangkap secara terpisah dengan 3 tempat. Berawal dari penangkapan tersangka MJ, resedivis yang sudah 4 kali keluar masuk penjara.

Baca Juga:  Tim Patriot Polres Bekasi Kota dan Polsek Pondok Gede Gagalkan "Perang Sarung" di Pasar Kecapi

“Kemudian dari hasil pengembangan, keesokannya kembali dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka TA dan AK, lalu di hari yang sama dilanjutkan dengan penangkapan tersangka FD ,” ungkap Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga didampingi Kabag Ops Kompol M.Ginting dan Kasatreskrim Polres OKU AKP H. Novan Dwi Putra saat menggelar press release ungkap kasus di halaman Mapolres OKU, Kamis (12/3/20).

Dikatakan Kapolres, penangkapan keempat tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu dengan jumlah yang berbeda di wilayah hukum Polres OKU, berawal dari informasi masyarakat yang curiga melihat aktivitas tersangka sehari-hari.

Kemudian di bawah pimpinan Kasatreskrim Polres OKU langsung melakukan penyelidikan untuk memberantas supaya peredaran narkoba tidak semakin meluas.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka akan dikenakan primair pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun lebih.

“Untuk kasus narkoba kita tidak akan pernah mentolerir, siapapun itu pelakunya, baik pejabat ataupun anggota Polri sekaligus akan kita libas. Sebab narkoba adalah musuh terbesar yang bisa menghancurkan generasi bangsa,” pungkas AKBP Arif Hidayat Ritonga. Sumarni-OKU

Facebook Comments
%d bloggers like this: