Tiada Kenal Kata Lelah, Corona Tak Menghalangi Niat Sosok Ini untuk Berbagi Sesama

Tiada Kenal Kata Lelah, Corona Tak Menghalangi Niat Sosok Ini untuk Berbagi Sesama

TIADA kenal kata lelah. Demikian kalimat yang tepat untuk Zaenab Zuraidah Latif. Masa pandemi Corona (Covid-19), seakan tak menghalangi niatnya untuk berbagi terhadap sesama. Terlebih saat ini masih dalam suasana bulan suci Ramadan.

Giat bakti sosial (baksos) dari hari ke hari, dari desa satu ke desa lainnya, tak menyurutkan semangat. Tapi justru membuatnya semakin tahu bahwa di sekitar wilayahnya masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

Kali ini, selaku Ketua Dewan Budaya Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif kembali blusukan mengadakan kegiatan ini di malam hari, sekira pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Bersama tim Dewan Budaya Bangkalan, wanita yang akrab disapa “Bunda” ini menyusuri Bangkalan hanya untuk berbagi sembako dan masker untuk masyarakatnya yang terdampak pandemi Covid-19.

Jika sebelumnya desa sebagai target, kali ini Istri Bupati Bangkalan R. A. Latif Imron ini menyasar area Kota Bangkalan, yang ternyata masih banyak didapati warga yang hidup jauh dari kata layak.

Garis kemiskinan di tengah Kota Bangkalan, faktanya masih banyak ditemukan, sehingga hal ini menjadi “PR” besar bagi tim Dewan Budaya Bangkalan, khususnya Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk mendata dan memberikan sentuhan kreatifitas guna menciptakan lapangan pekerjaan agar mereka memiliki keahlian dan profesi.

“Karena kalau tidak diubah sumber daya manusianya (SDM), maka mereka akan tetap dalam kehidupan tidak termotivasi dalam perubahan pembangunan, pola hidup sehat dan sukses untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Zaenab yang juga Ketua DPD FOKAN Jawa Timur, Rabu (20/5/20).

Dalam penelusurannya menyambangi warga, lagi-lagi sosok yang dikenal “Wonder Woman Bangkalan” ini mendapati kehidupan yang sangat memprihatinkan dialami warganya.

Baca Juga:  Sah Jadi Kapolri, Idham Azis Dilantik Presiden di Istana Negara

Seorang ibu yang memiliki 3 orang putra harus menjadi tulang punggung bagi anak-anaknya lantaran sang suami lebih dulu pergi meninggalkannya.

Yang sangat menyedihkan, satu dari ketiga anaknya itu meninggal, namun kedua anaknya yang hidup saat ini didapati memiliki kekurangan. Satu gangguan mental sedangkan satunya lagi cacat tidak memiliki kaki kiri sejak kecil.

Ketiganya hidup serba kekurangan dan memprihatinkan dalam satu petak rumah. “Kalau mereka tidak disentuh dengan kreatifitas, akhirnya tidak punya profesi dan pola hidup sehat,” kata Zaenab. MCM/WAID/BN01 – BANGKALAN

Facebook Comments