Tersangka Cafe Khayangan Bertambah

Tersangka Cafe Khayangan Bertambah

 3 total views,  1 views today

Jumlah tersangka dalam kasus Cafe Khayangan bertambah. Sebelumnya polisi telah menetapkan enam tersangka dan baru menangkap dua tersangka lagi, sehingga pelaku saat ini jadi 8 orang.

“Ada ketangkap dua orang, pertama inisial AH, yang satu lagi (inisial) H,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus, Sabtu (25/1/2020) malam.

AH dan H diduga berperan sebagai pencari dan penjual perempuan yang hendak dijadikan pekerja seks di Cafe Khayangan. Namun H agak berbeda, Yusri menyebut H dengan istilah ‘agent’ karena dia ternyata menjual perempuan ke banyak tempat.

“Kalau AH pencari dan penjual, kalau H ini agent kepada si Cafe Khayangan dan beberapa kafe lain, memperjual-belikan anak-anak di bawah umur. Yang perannya agak beda ini yang H, dia menjual ke kafe lain juga,” terang Yusri.

Kombes Yusri memastikan penyidik akan terus menggali keterangan dari H untuk membongkar praktik prostitusi, terutama yang melibatkan anak perempuan di bawah umur, di lokasi lainnya.

Ia juga menuturkan penyidik sedang menyelidiki tempat penampungan para pekerja seks tersebut. “Ini akan berkembang. Dia jual di kafe sekitar situ juga, di tempat lain juga. Dia jual ada yang di atas umur, ada juga beberapa yang di bawah umur. Ini masih kita lakukan pengembangan untuk lokasi penampungannya,” ucap dia.

Seperti diberitakan, praktik prostitusi di ‘Cafe Khayangan’ di daerah Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, terbongkar kepolisian. 10 anak baru gede (ABG) dijajakan untuk melayani nafsu pria hidung belang.

Cafe ini remang-remang yang kabarnya beromzet Rp. 2 miliar per bulan ini merupakan pecahan dari Kalijodo. Saat Kalijodo dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta, para tersangka mendirikan Cafe Khayangan dan menjual PSK-PSK di bawah umur.

Baca Juga:  Buruh Bangunan Diamankan, Polres Bengkulu Tetapkan Sebagai Tersangka Curat

Kedok kafe pindahan Kalijodo ini dibongkar Tim Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Total ada tujuh tersangka yang ditangkap. Para pelaku menjaring korban melalui media sosial dengan diiming-imingi gaji besar.

Para tersangka tega mempekerjakan anak-anak dengan rentang usia 14-18 tahun. Para korban juga dipaksa melayani 10 tamu pria dalam semalam dan korban pun kini terjangkit penyakit.

Facebook Comments
%d bloggers like this: