Tahlil dan Doa Bersama untuk Almarhumah Istri Mantan Kepala BKKBN RI Digelar di Pendopo Agung Bangkalan

Tahlil dan Doa Bersama untuk Almarhumah Istri Mantan Kepala BKKBN RI Digelar di Pendopo Agung Bangkalan

KETUA Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, SE menggelar Tahlil dan Doa Bersama untuk almarhumah Ibu Astuty Haryono Suyono via Zoom Meeting dan Live Youtube Genre Jatim, Senin malam (8/7/20) di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan.

Giat ini juga disiarkan secara langsung di media sosial melalui akun resmi Facebook dan Instagram Zaenab Zuraidah. Almarhumah sendiri merupakan istri dari Prof. Haryono Suyono, MA, Ph.D, mantan Menteri Koordinator Bidang Kesra RI/Kepala BKKBN RI.

Dalam acara tersebut, Ketua NU Kabupaten Bangkalan, KH Makki Nasir  memimpin tahlilan, dihadiri secara virtual oleh Prof. Haryono Suyono, MA, Ph.D dan keluarga di Jakarta secara virtual melalui media Zoom, YouTube dan lainnya.

Acara doa dan tahlil bersama berlangsung sangat khusuk. Sebelum berlangsungnya tahlil, Zaenab yang merupakan istri Bupati Bangkalan juga menunaikan Sholat Magrib bersama di pendopo, dilanjutkan dengan memanjatkan doa dan tahlil.

Usai doa Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd memberikan kata sambutan, yang disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haryono Suyono, MA, Ph.D secara singkat mengucapkan terima kasih atas prakarsa mendoakan almarhumah yang sungguh mengharukan tersebut.

Dengan rasa haru ia mengharapkan agar amal ibadah yang sangat ikhlas itu diterima Tuhan Yang Maha Kuasa dan diberikan imbalan yang sepadan.

Tampak dalam acara doa dan tahlil bersama secara virtual antara lain, Kepala Bidang KS-PK Perwakilan BKKBN Jawa Timur Drs. Suhartuti, MM, dan Kasubbid BKR Perwakilan BKKBN Perwakilan Jawa Timur,

Sedangkan yang hadir di Pendopo antara lain, Ketua Umum Genre Jatim, Kepala Dinas KB, PP dan PA Bangkalan, Kabid dan jajarannya. MCM – BANGKALAN

Facebook Comments
Baca Juga:  Narapidana Ngamuk, Lapas di Manado Dibakar?