Status Zona Merah, LPKP Sangga Langit Turunkan Garda dan Laskar Cegah Covid-19 di Purbalingga

Status Zona Merah, LPKP Sangga Langit Turunkan Garda dan Laskar Cegah Covid-19 di Purbalingga

MEMPRIHATINKAN, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tercatat sebagai “zona merah” penyebaran virus Corona (Covid-19.) Setelah diketahui ada warganyaa yang pulang dari Jakarta dinyatakan positif terpapar Corona, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang melakukan “local lockdown”, Senin (30/3/20) kemarin.

Beberapa desa lainnya juga melakukan upaya preventif dengan cara membuat posko-posko Covid-19 di perbatasan desa maupun jalan masuk desa untuk mengantisipasi masuknya virus Corona yang dibawa warga dari perantauan.

Status ini membuat LPKP Sangga Langit Purbalingga peduli, mereka kembali melakukan gerakan sosial dengan menerjunkan Garda dan Laskar Sangga Langit di bawah komando Ndan Icus Susilo Sudiarjo (sebutan ketua umum LPKP Sangga Langit-red.).

LKPK Sangga Langit menggelar kegiatan penyemprotan dsinfektan guna mencegah penyebaran virus Corona pada beberapa titik wilayah di Kecamatan Kaligondang dan Kejobong, daerah yang disebut-sebut banyak dihuni pemudik dari luar daerah khususnya dari Jakarta, Bandung, Bogor dan kota kota besar di luar Jawa.

Konsentrasi penyemprotan disinfektan difokuskan pada Desa Slinga dan Selakambang, Kecamatan Kaligondang, karena wilayah tersebut terluas dengan penduduk terbanyak, dan perantau yang pulang kampung juga banyak, sudah ratusan orang.

Di Desa Selakambang, tercatat perantaun yang telah pulang kampung sudah mencapai 278 orang. Sementara di Desa Bandingan baru mencapai 176 orang.

Menurut koordinator lapangan, Teguh, tim Sangga Langit diterjunkan di 3 desa tersebut dipimpin langsung Panglima Laskar Sangga Langit, Wahyono.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian lembaga untuk membantu warga masyarakat dalam pencegahan penyebaran wabah virus Corona yang saat ini di wilayah Purbalingga sudah meluas dan harus diwaspadai,” kata Teguh yang juga Sekjen Sangga Langit saat diwawancarai bhayangkaranusantara.com.

Teguh mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan adanya kepedulian semua elemen untuk pencegahan penyebaran virus Corona. “Dengan dilakukannya penyemprotan disinfektan di jalan jalan, rumah warga dan tempat ibadah, maka kami dari lembaga terketuk hatinya untuk ikut serta melakukan tindakan preventif dengan kegiatan penyemprotan tersebut,” kata Teguh.

Baca Juga:  Disinfeksi Serentak di 5 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Perangi Penyebaran Covid-19

Anggota Sangga Langit sendiri diterjunkan ke desa-desa yang memerlukan bantuan. Mereka bekerja sama dengan pemilik angkringan Plat R, Kaligondang, Surya.

“Kami hanya melakukan contoh kecil kepada masyarakat agar kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 dapat dilakukan warga. Harapan kami masyarakat dapat melakukan kegiatan penyemprotan secara mandiri, kami siapkan disinfektan dan handsanitizer gratis yang dapat diambil di posko angkringan Plat R,” Imbuh Wakhyono.

Sementara, Pemerintahan Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang sangat mengapresiasi kegiatan dari LPKP Sangga Langit. “Kami sangat berterimakasih dan apresiasi dengan Sangga Langit atas bantuan penyemprotan disinfektan ke desa kami, khususnya yang belum disemprot,” kata Kades Slinga, Makhlani.

Kegiatan ini, lanjut Makhlani, sangat membantu untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Slinga. “Apa yang dilakukan anggota Sangga Langit jadi contoh agar warga dapat melakukan kegiatan penyemprotan secara mandiri. Karena keterbatasan logistik obat disinfektan dan personal, diharapkan warga sadar bisa melakukan kegiatan penyemprotan di lingkungan sekitar secara swadaya,” ungkapnya.

Di samping itu, pemerintah desa juga mengimbau kepada masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan patuhi aturan pemerintah. “Yakni dengan melakukan kegiatan di rumah saja, jangan bepergian jauh untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu terpapar Corona,” kata Makhlani dalam sambutannya menerima kedatangan tim penyemprotan disinfektan dari Garda dan Laskar Sangga Langit.

Hal senada diungkapkan Kades Selakambang, Bambang Wibowo, “Kita sangat prihatin dengan kondisi sekarang ini, virus Corona sangat menghantui masyarakat, di Purbalingga sudah zona merah, sementara perantau dari Desa Selakambang sudah mulai berdatangan pulang kampung. Tercatat, hari ini sudah mencapai 276 orang pulang kampung, rata-rata menggunakan travel.”

Otomatis, kata Bambang, ini sudan masuk daftar ODP (Orang Dalam Pengawasan). “Jadi kegiatan yang dilakukan Sangga Langit sangat membantu kami dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di sini,” ujarnya.

Baca Juga:  PT. Lumindo Langgeng Lestari Bakal Dilaporkan ke KPK

Harapannya, giat ini bisa rutin dilakukan, mengingat keterbatasan baik personal, obat disinfektan maupun peralatan penyemprotan. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat kami khususnya dan Purbalingga umumnya. Apresiasi kepada Sangga Langit yang selalu terdepan dalam kegiatan sosial membantu masyarakat,” kata Bambang Wibowo.

Begitu juga dengan Kades Bandingan Suwanto, pihaknya merasa sangat terbantu dengan kegiatan penyemprotan disinfektan Sangga Langit. “Kami sangat prihatin, penyebaran virus Corona semakin luas, sementara keterbatasan pemerintah desa menjadi kendala untuk upaya preventif penyebaran Covid-19. Di satu sisi desa tidak ada dana, sementara masyarakat perlu dibantu,” ungkapnya.

Untuk itu, kehadiran Sangga Langit dalam kegiatan ini sangat membantu, dan masyarakat sangat berharap bisa bekerjasama untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di sini.

“Kami butuh obat disinfektan, masker dan handsanitizer, semoga bisa membantu. Kami mewakili warga Bandingan ucapkan terima kasih banyak atas kerjasamanya membantu mengatasi wabah virus Corona,” kata Suwanto.

Ucapan terima kasih juga disampaikan warga yang wilayahnya disemprot disinfektan. Tak sedikit warga yang memberikan minuman ringan dan kopi buat anggota Sangga Langit. Arif – Purbalingga

Facebook Comments