Sosialisasi Bahaya Narkoba, Radikalisme dan Terorisme Lengkapi TMMD Reguler 108 Sragen

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Radikalisme dan Terorisme Lengkapi TMMD Reguler 108 Sragen

ANCAMAN narkoba, radikalisme dan terorisme akan selalu mengintai masyarakat. Apalagi saat ini yang menjadi sasaran adalah generasi muda.

Untuk itu, generasi muda perlu ditekankan pemahaman akan bahaya yang sudah meresahkan masyarakat tersebut.

Satgas TMMD Reguler ke 108 Sragen bekerjasama dengan Polsek Sukodono, mengadakan sosialisasi tentang wawasan Nusantara dan kebangsaan, narkoba dan bahaya paham radikalisme serta terorisme di Balai Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukodono dalam wilayah hukum Sragen, Selasa (7/7/20).

Danramil 13/Sukodono Kapten Inf Mastha Hari Yudha didampingi kepala Desa Jati Tengah dan Bhabinkamtibmas mengatakan, sosialisasi bahaya Narkoba, Radikal dan Terorisme merupakan program dari TMMD Reguler 108 Sragen kali ini.

“Kalau dulu hanya pada satu titik desa, dimana desa yang mendapat kesempatan untuk dibangun dalam TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), sekarang sudah berubah untuk sasaran non fisik seperti penyuluhan dan yang lainnya bisa dilakukan di desa desa seputaran Jecamatan Sukodono,” paparnya Danramil.

Sementara Bripka Wido Setiyowoko, SH selaku narasumber menjelaskan, penyuluhan Kamtibmas, Narkoba, Radikalisme dan Terorisme adalah sebuah upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki prilaku manusia.

Sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan narkoba agar mampu menghindar dari penyalahgunaannya, juga untuk menghindari paham radikal dan terorisme yang tidak sesuai dengan Pancasila, UUD 45 serta NKRI.

Wido Setyowoko, SH menambahkan, pihaknya mensosialisasikan tentang paham bagaimana mencegah bahaya narkoba serta bahaya paham radikalisme dan terorisme kepada para masyarakat.

Pihaknya juga menjelaskan, paham radikalisme dan anti Pancasila merupakan paham yang salah dan dapat mengubah ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena mengubah ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat merusak tatanan dan sendi sendi kehidupan¬† yaitu dengan mengubah pola pikir yabg dapat membuat seseorang mau melakukan tindakan yang bersifat anarkis dan mengancam keamanan masyarakat dan negara,” ujar Bripka Wido.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Banten: "Kita Siap Tindak Tegas Bila Terjadi Perkumpulan Massa"

Semoga melalui kegiatan ini masyarakat khususnya kaum muda dapat menghindari penyalahgunaan narkoba agar masyarakat dapat mencegah serta memfilter diri dari paham radikalisme dan teroris pada wilayah hukum Kecamatan Sukodono. Iwan/Maryo Solo Raya

Facebook Comments