Putus Mata Rantai Corona, Walikota Manado Instruksikan Tutup Sementara Tempat Hiburan

Putus Mata Rantai Corona, Walikota Manado Instruksikan Tutup Sementara Tempat Hiburan

WALIKOTA Manado melalui Surat Edarannya menginstruksikan kepada semua pemilik dan pengelola tempat hiburan seperti karaoke, bioskop, spa, tempat penyewaan game online dan fasilitas hiburan lainnya untuk menutup sementara usaha hiburan yang tersebar di Kota Manado.

Penutupan sementara hiburan malam dan yang lainnya dilakukan hingga 30 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan serta menangkal penularan Virus Corona (COVID-19) di daerah ini.

Surat Edaran ini juga ditujukan kepada seluruh pemilik/pengelola gedung perkantoran, tempat usaha, restoran serta tempat ibadah untuk segera menyediakan fasilitas dan sarana cuci tangan, berupa air mengalir dan sabun serta cairan antiseptik (hand sanitizer).

Walikota Manado, Vicky Lumentut mengatakan, kebijakan ini diambil semata-mata demi kepentingan dan keselamatan bersama. Karena itu ia berharap kerjasama yang baik dari para pengusaha dan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19.

“Saya berharap instruksi ini dapat dipatuhi oleh seluruh masyarakat Kota Manado sambil dan mohon kerja sama yang baik dari semua pihak serta bergandeng tangan menghadapi masa inkubasi persebaran virus,” tandas Lumentut.

Walikota Lumentut menambahkan, Pemkot akan terus melakukan upaya pencegahan hingga kota manado bebas Virus Corona dan masyarakat dapat beraktifitas secara normal kembali.

Menurut Lumentut, semua kebijakan dan langkah yang ditempuh Pemkot Manado bertujuan memutus mata rantai persebaran virus termasuk menjaga keselamatan semua warga Manado agar tidak terjangkit Covid-19.

“Kita harus mulai dari sekarang, tetap waspada dan tidak panik,” terang Walikota, Jumat (20/3/2020).

Menindaklanjuiti seruan dan himbauan Pemerintah, BPMS Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengeluarkan surat edaran yang isinya meminta dan mengimbau kepada seluruh jemaat untuk meniadakan kegiatan ibadah di semua aras jemaat. Ibadah kolom, komisi BIPRA dan Ibadah lainnya ditiadakan dan dilakukan di rumah masing-masing.

Baca Juga:  Dinas Kominfo Kota Manado Gencar Sosialisasi Covid-19

Demikian pula halnya dengan Ibadah-ibadah serah terima pendeta, pisah sambut pendeta, dan kegiatan Ibadah lainnya seperti KPI ditunda hingga batas waktu yang akan ditentukan, termasuk ibadah pemakaman, pemberkatan nikah, dan ibadah-ibadah syukur lainnya diatur oleh jemaat masing-masing, dengan interval waktu tidak lebih dari satu jam.

Untuk ibadah hari minggu yang sebagaimana layaknya dilakukan untuk sementara waktu ditiadakan, mengingat persebaran wabah virus Corona sudah semakin meluas, maka tindakan pencegahan dalam rangka menangkal dan memutus mata rantai persebaran wabah yang sangat mematikan itu mutlak dilakukan.

Karena itu sebagai langkah antisipasi BPMS GMIM meniadakan semua kegiatan Ibadah digedung Gereja didalamnya ibadah minggu tanggal 22 Maret dan 29 Maret 2020 ditiadakan. Sementara untuk Ibadah jemaat dilakukan dirumah jemaat masing-masing.

Liturgi, khotbah, akan disiapkan BPMS, Ibadah akan dilakukan lewat media online/multimedia GMIM dan saluran youtube. Tindakan penghentian ibadah di gedung Gereja bermaksud menghindarkan jemaat agar tak terinfeksi wabah Covid-19 yang telah merengut puluhan ribu nyawa manusia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Utara melarang semua kunjungan/besuk kepada pasien di rumah sakit. Seluruh rumah sakit di Sulawesi Utara dilarang menerima kunjungan dari pihak luar, pasien hanya dijaga satu orang keluarga secara bergantian.

Sementara hingga 19 Maret 2020 dilaporkan Satgas Covid-19 ada 371 warga Sulut yang terdata Orang Dalam pengawasan (ODP) virus Corona. Manado tertinggi dengan menyumbang 198 orang, disusul Minut 78 dan Bitung 41 orang. Jola – Sulut

Facebook Comments