Puncak HKG PKK ke 48 di Jatim, Gubernur dan Arumi Bachsin Bahas Tanaman Toga

Puncak HKG PKK ke 48 di Jatim, Gubernur dan Arumi Bachsin Bahas Tanaman Toga

PUNCAK Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 48 tahun 2020 dengan tema “Gerakan PKK Untuk Indonesia Maju” yang diadakan Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan Surabaya, Senin (9/3/20).

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Pembina PKK Jawa Timur, Wagub Jatim Emil Dardak, OPD terkait, Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak, dan para Ibu Ketua PKK Kabupaten/Kota, salah satunya Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Zaenab Zuraidah Latif, SE.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak mengatakan bahwa PKK di seluruh jenjang sampai ke tingkat nasional memiliki beberapa prioritas, seperti Stunting, TBC dan seterusnya.

“Rasanya perlu saya sampaikan pesan ini bahwa kita perlu menyisihkan sedikit perhatian kita pada virus virus yang mungkin telah masuk ke Indonesia seperti corona,” kata Arumi.

Meski demikian, selaku Ketua TP PKK Jatim Arumi tidak terlalu takut akan itu, karena kita mempunyai PHBS (Pola Hidup Bersih & Sehat).

“Salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun. Ini program yang sudah berjalan cukup lama, bahkan sudah puluhan tahun kita kerjakan, dan kita juga punya Hatinya PKK dan Taman Toga,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta PKK se-Jawa Timur merevitalisasi gerakan menanam tanaman obat keluarga (toga) dan ingin gerakan menanam toga kembali diviralkan dan dilakukan secara masif.

“Di Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke 48, kita berharap akan ada revitalisasi terutama gerakan yang dulu pernah sangat masif dilakukan yaitu gerakan menanam toga,” kata Khofifah.

Baca Juga:  Sinergi Antar Lembaga, DPD FOKAN Jawa Timur Sambangi LRPPN Bhayangkara Indonesia

Menurut Khofifah, toga sangat mudah tumbuh ketika ditanam di lahan-lahan yang ada di sekitar pemukiman warga. Bisa ditanam di taman desa, di sisa lahan RT RW atau desa hingga di pekarangan rumah.

Tanaman toga, lanjut Khofifah, bisa dijadikan pertolongan pertama bagi keluarga pada saat dibutuhkan. Jenis toga yang bisa ditanam masyarakat juga beragam. Mulai jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, lidah buaya, tanaman ini bisa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

“Menggalakkan lagi menanam toga bukan karena sekarang sedang wabah corona, tapi tanaman toga itu sudah terbukti menyehatkan. Coba, mpon-mpon yang menjadi hits, karena Covid-19 itu kan produk toga, mudah sekali itu tumbuhnya,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menekankan kepada para Ketua TP PKK se-Jawa Timur terkait masalah penanganan stunting yang masih jadi pekerjaan rumah yang harus diatasi di Jawa Timur.

Karena penanganannya tidak bisa terbatas pada ibu hamil dan balita saja. Lebih dari itu penanganan stunting harus dilakukan sejak masa remaja, tepatnya agar remaja di Jatim mendapatkan edukasi yang komprehensif tentang kesehatan organ reproduksi.

Untuk itu ke depan, Khofifah berharap agar PKK lebih mengambil peran dalam menangani pencegahan stunting.

“Kekuatan Posyandu itu luar biasa. Kalau Posyandu terus bersinergi dengan bidan desa atau perawat desa atau desa yang masih ada Poskesdes, maka kita harapkan mereka akan bisa masif melakukan edukasi tentang penanganan stunting, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan zat besi pada remaja,” imbuhnya. MCM/BN01-JATIM

Facebook Comments