“PT. BCK Kembali Umbar Janji, Hari Ini SDN 014 Duren Tiga Jaksel Disegel…!!!”

“PT. BCK Kembali Umbar Janji, Hari Ini SDN 014 Duren Tiga Jaksel Disegel…!!!”

PENYEGELAN terhadap SDN 014 Pagi Duren Tiga Jakarta Selatan hari ini akhirnya dilakukan subcon dan suplayer.

Bangunan tersebut disegel lantaran sampai saat ini mereka belum mendapatkan hak atau dibayar oleh PT. Bangun Cipta Kontraktor (BCK) selaku pemenang tender dari Dinas Pendidikan DKI.

Tak hanya subcon SDN 014 Pagi Duren Tiga, di lokasi yang sama juga terlihat subcon pekerja proyek SDN 05 Tegal Parang dan SDN 07 Pondok Labu, yang juga mengalami nasib serupa. Mereka juga belum mendapat pembayaran dari kontraktor yang sama, yaitu PT. BCK, dengan total tagihan yang berbeda-beda.

Subcon proyek SDN 014 Pagi Duren Tiga, Sihombing menjelaskan, tagihan yang belum terbayarkan oleh PT. BCK total keseluruhannya sekitar 4 miliar.

Tagihan tersebut menurutnya, sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) sekitar 1.5 miliar. Selebihnya kelebihan volume bangunan yang menurutnya sampai ratusan meter.

Masih di lokasi yang sama, Pramono selaku subcon proyek SD 05 Tegal Parang juga menjelaskan hal yang sama. Tetapi dengan nilai yang berdeda.

Untuk subcon Pramono yang belum terbayarkan sesuai SPK sekitar 500 juta rupiah. Selebihnya kelebihan volume mencapai sekitar 1.2 miliar.

Hal senada diungkapkan pekerja proyek 07 Pondok Labu, Indra yang menjelaskan bahwa dirinya belum dibayarkan kurang lebih 1 miliar.

Setelah terjadi penyegelan, beberapa saat kemudian datang Patko dari pihak Polsek Pancoran dan Eddy Tjahyono selaku proyek manager dari PT. BCK ke lokasi. Selanjutnya dilakukam mediasi di ruangan sekolah tersebut.

Dalam mediasi tersebut Eddy Tjahyono mengatakan pihaknya berjanji akan membayar sisa tagihan sesuai dengan SPK. Namun menurutnya, tidak bisa dipastikan waktunya kapan.

Sementara untuk masalah kelebihan volume, Eddy menyarankan para subcon tersebut untuk melapor ke BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia), dan apabila sudah ada tanda tangan dari pihak BANI, saat itu juga ia akan membayarnya kepada subcon.

Baca Juga:  Terindikasi, Pupuk Bersubsidi di OKU Selatan Dijual Tanpa Kantongi SIUP

Usai mediasi, pihak Patko Polsek Pancoran dan Eddy Tjahyono kemudian meninggalkan lokasi SD 014 Pagi Duren Tiga. Sedangkan spanduk yang dipasang para subcon telah dicabut oleh orang tak dikenal, bukan dicabut oleh para subcon tersebut.

Saat ini para subcon tersebut terlihat bingung akan nasib mereka, karena pihak BCK kembali umbar janji. “Bagaimana kami mau melapor ke BANI, untuk makan saja sudah susah,” kata Sihombing.

Masih kata sihombing, dia tidak akan berhenti untuk berusaha, terlebih surat sertifikat rumahnya telah dijaminkan di bank demi proyek tersebut. Untuk itu ia akan membuat (aksi-red) lebih ramai lagi dari pada yang sekarang.

Sementara, Eddy Tjahyono sendiri yang berusaha dikonfirmasi media ini belum juga memberikan tanggapan. Seolah menghindar dan enggan memberikan keterangan.

Sedangkan pihak Sarana dan Prasana Dinas Pendidikan Jakarta Selatan, Barkah yang dihubungi memberi jawaban, pihaknya akan menyuruh pihak BCK untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. “Kalau dari Dinas ke PT. BCK tidak ada kendala,” kata Barkah. GP – JAKARTA

Facebook Comments