Program CSR PT. Vale di Luwu Timur Dipertanyakan

Program CSR PT. Vale di Luwu Timur Dipertanyakan

SEJUMLAH masyarakat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan mempertanyakan dana CRS (Corporate Social Responsibility) PT Vale, terkait program PKPM )Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri) yang dipihakketigakan dan disinyalir tidak transparan.

“CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan diatur dalam Undang-Undang 40 Tahun 2007, Pasal 74 Ayat 1 tentang perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya dan atau berkaitan dengan sumber daya alam, wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya, minimal dua persen dari keuntungan,” ujar Ketua PWI Luwu Timur saat bertandang ke kantor Perwakilan Bhayangkara Nusantara Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut,  Kepala Perwakilan Sulsel Bhayangkara Nusantara, Askar juga mengatakan, PT. Vale harus mengawasi pemanfaatan dana CSR tersebut. Pasalnya program CSR PKPM yang seharusnya bernilai manfaat untuk kepentingan masyarakat wilayah tambang, justru sekarang lebih berorientasi ke kegiatan fisik yang dipihakketigakan, dan lebih ke arah program pemerintah. Salah satunya penanaman mangrove dan apartemen ikan. Padahal diketahui bersama program penanaman mangrove adalah program dinas kelautan.

Masyarakat sendiri mengungkapkan, hingga hari ini hampir tidak menikmati anggaran CRS tersebut, seperti tahun-tahun sebelumnya, Masyarakat menuding ada indikasi penyalahgunaan dana CSR tersebut. Hanya kalangan atau oknum tertentu saja yang merasakan manfaat anggaran tersebut, sehingga pemanfaatan dana miliaran itu perlu ditinjau PT. Vale dan stakeholder terkait agar anggaran tersebut tepat sasaran.

“Kami menerima dan mendukung sepenuhnya hasil keputusan nanti, asalkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pastinya dana CSR harus diperjelas dan transparan,” tambahnya.

Pertemuan kali ini merupakan rapat biasa yang dilakukan aktivis LSM, atau organisasi masyarakat lain dan kelompok pemuda terkait penyaluran dana CSR perusahaan tersebut terhadap warga di sekitar konsesi PT. Vale. AS – LUTIM

Facebook Comments
Baca Juga:  Kecewa Tak Dapat Bantuan Covid-19, Masyarakat Tanjung Beringin Datangi Kantor Camat Buana Pemaca