Prihatin, Penderita Hydrocepalus di Kampung Nanggeleng Butuh Bantuan Pemerintah

Prihatin, Penderita Hydrocepalus di Kampung Nanggeleng Butuh Bantuan Pemerintah

BAYU Ardiansah, seorang anak penderita hydrocepalus di Kampung Nanggeleng, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Sang ibu Hesti Widiawati mengungkapkan, saat ini Bayu sangat membutuhkan bantuan serius dari semua pihak, dalam hal ini pemerintah setempat, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi, untuk turut serta membantu anaknya yang saat ini menderita pembesaran kepala akibat penumpukan cairan dalam otak (hydrocephalus).

Hal itu disampaikan Hesti saat dikunjungi bhayangkaranusantara.com di kediamannya Kampung Nangeleng RT 04/02, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Hesti mengatakan, Bayu Ardiansah mengalami kelainan dan menderita penyakit hydrocephalus sejak usia satu bulan. “Sampai saat ini hanya pernah diperiksa di rumah sakit, karena keterbatasan ekonomi, bermodalkan BPJS dan masih butuh uluran tangan dermawan,” ucap sang ibu.

Mendengar keluhan itu, warga setempat meminta kepada pihak terkait khususnya Dinas Kesehatan setempat kiranya dapat mengawal dan mengusahakan bantuan sosial agar bisa masuk dalam Basis Data Terpadu.

“Adanya laporan, kami siap untuk mengundang datang ke rumah keluarga penderita,” kata warga mewakili Keluarga Hesti.

Harapan keluarga Hesti yang diketahui telah bercerai dengan sang suami Andriansyah, Bayu mendapatkan belas kasih dan jalan keluar dari masalah ini. “Mohon doanya agar adik Bayu Ardiansah bisa segera ditangani dan mendapat kesembuhan,” kata sang Ibu.

Sang ibu menyampaikan, pihak keluarga juga telah mengusahakan pembuatan BPJS dibantu pihak desa agar nantinya bisa dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan.

Warga berharap kepada Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, SE, selama pengobatan Bayu Ardiansah nanti dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarganya juga bisa dibantu.

“Terimakasih atas bantuannya kepada Bapak dan Ibu. Pihak keluarga sudah pasrah dan bingung karena kedua orang tuanya sudah cerai, dan ibu penderita berjuang sendiri merawat dan menafkahi keluarganya,” kata warga.

Baca Juga:  Putusan "Kontroversi" Terhadap Bandar Narkoba, Aktivis Anti Narkoba Demo Gedung MA

“Semoga saja nanti ada jalan yang terbaik setelah kedatangan bhayangkaranusantara.com,” tambah Hesti Widiawati. Acep – Purwakarta

Facebook Comments