Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Pelaku Pembacok Preman Tua di Kalibaru Timur

Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Pelaku Pembacok Preman Tua di Kalibaru Timur

Usianya padahal sudah tak lagi muda. Namun pria 52 tahun ini cukup ditakuti di lingkungan Kalibaru Timur, Cilincing, Jakarta Utara lantaran ulahnya yang kerap bikin onar.

Di kalangan warga setempat Ratum alias Kubob dikenal sebagai preman ‘rese’, apalagi kalau sedang mabuk. Tak jarang warga diamuk dan dipalak. Sepak terjang preman tua itu berakhir di tangan sekelompok anak muda yang kesal dengan ulahnya. Kubob tewas bersimbah darah dibantai di sebuah gang sempit.

“Sering banget bikin ulah pak, apalagi kalo lagi mabuk. Setiap yang lewat sering diajak ribut, bahkan saya pernah dimintain duit,” ujar wanita pemilik warung kopi yang membuka lapak tak jauh dari lokasi kejadian.

“Padahal dia belum tiga bulan keluar dari penjara, kasusnya ngebunuh orang,” kata nya lagi.

Di lingkungan sekitar sepak terjang Kubob sebagai preman cukup ditakuti, ditambah gelar residivis pembunuh. Lelaki yang sehari hari bekerja sebagai kuli pengangkut pasir itu nyaris setiap hari tak luput menenggak minuman keras.

“Kalau sudah teler, warga memilih menghindar,” sebut satu warga lain. Hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang berlangsung pada Minggu (15/9/2019) dini hari.

Adalah Ahmad Yani alias Tulen, pemuda setempat yang dipercaya warga sebagai petugas siskamling. Malam itu Tulen bersama sembilan temannya sedang berpesta minuman keras sambil membakar ikan tak jauh dari lokasi kejadian.

Salah satu teman pelaku mengabarkan bahwa Kubob berbuat onar. Lalu, Tulen yang sudah mengetahui perilaku korban sejak lama merasa kesal.

Tulen pun pergi dan mengambil celurit dari kediamannya. Ia juga menyuruh salah seorang temannya mengambil senjata tajam lainnya untuk menyatroni Kubob.

Di tengah jalan, pelaku serta sembilan orang temannya bertemu korban. Mereka berdua terlibat adu mulut hingga pelaku sempat memukul wajah Kubob. Pria tua yang hanya sendirian itu langsung kabur. Tulen mengejar sambil membawa celurit bersama temannya, Ahmad May, yang membawa kapak.

Baca Juga:  Polrestro Bekasi Kota Ungkap Pria Cabul Pelaku Pelecehan yang Viral di Medsos

Dalam pelariannya, Kubob terjatuh dan langsung dihabisi Tulen. Karena masih dalam kondisi mabuk parah, Tulen gelap mata dan membacok korban lebih dari satu kali.

“Yang terlibat ada 10 orang, untuk eksekutornya satu (Tulen). Yang lainnya membantu. Jadi, perannya ini masing-masing, tidak semuanya ikut sebagai eksekutor,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Kamis (24/10/2019).

Setelah beraksi, Tulen langsung kabur ke pesantren tempatnya menimba ilmu waktu masih belia di daerah Banten. Setelah itu pelaku melanjutkan pelariannya ke daerah Serpong untuk mengambil uang dari kerabatnya di sana. Namun, baru sampai Stasiun Maja, pelaku sudah ditangkap. Penangkapan tepatnya terjadi Jumat (20/9/2019). Tulen mencoba kabur sampai akhirnya ditembak di bagian kaki kanannya.

Kombes Pol Budhi mengatakan, pembacokan ini dilandasi motif pelaku yang memberi pelajaran terhadap korban yang sering bikin onar.”Nah masyarakat termasuk satgas di dalam lingkungan ini tergerak untuk memberikan pelajaran kepada korban agar korban tidak berulah lah di sekitar sini,” kata Kombes Pol Budhi didampingi Kasat Reskrim Kompol Whirdanto.

Namun, niat pelaku yang awalnya hanya ingin memberi pelajaran terhadap korban malah berujung pembacokan. Pelaku kala itu tengah berada di dalam pengaruh minuman keras.

Ia gelap mata hingga membacok korban beberapa kali di bagian kaki, tangan, hingga badannya. “Diduga tersangka memang melakukan ini sebelumnya dengan mengonsumsi minuman keras, sehingga dia ya mungkin lebih berani atau lebih nekat,” ucap Kombes Pol Budhi.

Sementara Kanit Jatanras AKP Voky Sagala menyebutkan selain menangkap Tulen yang merupakan pelaku utama, polisi juga menangkap Ahmad May, pelaku lainnya dalam pembacokan.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider pasal 338 KUHP dan 170 ayat 3 KUHP.”Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” katanya. Adapun delapan pelaku lainnya yang juga terlibat dalam persitiwa ini masih belum tertangkap. Mereka masing-masing berinisial AD, AL, AG, YG, AB, AN, BG, dan SB.

Facebook Comments