Polisi Tangsel Bekuk 5 Polisi Gadungan Pemeras, 1 Ngaku Pangkat AKP Lulusan Akpol

Polisi Tangsel Bekuk 5 Polisi Gadungan Pemeras, 1 Ngaku Pangkat AKP Lulusan Akpol

DONARDI, Bryan, Azel, Joshia, dan Syarif, lima polisi gadungan alias polgad pelaku pemerasan seorang pemuda, AH di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (24/5/2020) dini hari akhirnya berhasil dibekuk Polsek Pondok Aren Tangerang Selatan.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto menjelaskan, peristiwa pemerasan tersebut terjadi saat korban tengah nongkrong bersama teman-temannya dan didatangi para pelaku yang mengendarai mobil Kijang Innova berplat nomor dinas 1512-01, lengkap dengan lampu rotator.

Merasa ketakutan, korban pun langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor. Tak ingin kehilangan targetnya, para pelaku memepet korban dan menyuruhnya untuk berhenti sambil melepaskan tembakan sebanyak lima kali.

Kemudian pelaku mengintimasi korban dengan berpura-pura menanyakan kelengkapan dokumen kendaraan dan membawanya masuk ke dalam mobil dengan alasan akan dibawa ke Polres Tangerang Selatan karena tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan.

Saat itu korban diintimidasi dengan kata bernada ancaman, “Kamu mau saya tembak atau kamu punya uang enggak’, korban ditekan dan ditodong,”

Polsek Pondok Aren kemudian mencurigai mobil pelaku yang melintas di depan kantor Polsek Pondok Aren. Saat mobil dihentikan, mereka mengaku sebagai anggota Paminal Mabes Polri.

Kemudian saat digeledah, dalam mobil pelaku polisi menemukan barang bukti berupa tiga senjata api jenis airsoft gun. “Langsung diamankan karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas Polri, alasannya ketinggalan,” tutur Afroni.

Sementara Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan mengungkapkan, mereka memeras korban dengan modus memasukan bubuk tawas yang seolah-olah menyerupai narkoba jenis sabu.

“Para pelaku mempersiapkan berbagai atribut dan perlengkapan untuk beraksi,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan saat jumpa pers di Polres Tangsel yang disiarkan langsung melalui akun @humaspolrestangsel, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga:  Surono Dobleh Dibekuk Satresnarkoba Boyolali, Ini Wajahnya

AKBP Iman mengatakan, para pelaku memodifikasi mobil pribadi hingga menyerupai kendaraan Polri. Mereka memodif sebagai kendaraan polisi menggunakan cat hitam dan rotator bahkan menggunakan plat dinas dan plat preman.

Kapolres bahkan menegaskan, kelima pelaku tidak memiliki hubungan dengan kepolisian dan tidak memiliki keluarga yang beranggota Polri. “Tidak ada hubungan juga peralatan mereka dengan kepolisian. Mereka mendapatkan peralatan Polri dari toko-toko yang ada,” ujar Iman.

Saat aksinya terbongkar, kelima pelaku juga sempat melakukan perlawanan bahkan sempat mengancam dan menodongkan senjata jenis mirip pistol ke anggota buser Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang diketahui senjata jenis airsoft gun.

“Saat ingin dilakukan penangkapan salah satu mengatakan, (urusan) mau panjang atau pendek serta menodongkan senjata yang dibawa ke arah Tim Resmob,” kata Kapolres

Salah seorang dari lima pelaku bahkan sempat mengaku berpangkat AKP lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) lulusan tahun 2009 dari Paminal Mabes Polri.

“Itu terjadi saat anggota ingin meminta kartu anggota para tersangka. Namun tersangka tidak dapat menunjukan identitasnya,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa mobil yang telah dimodifikasi dengan nomor polisi Polri, tiga airsoft gun, ikat pinggang lambang Polri, tiga HT, dan satu kaus warna coklat lambang Polda Metro Jaya dan kepada para pelaku dikenakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara. Tim – Tangsel

Facebook Comments