Polda Metro dan Jajaran Berhasil Ungkap Kasus Hoax dan Hate Speech Terkait Isu Corona

Polda Metro dan Jajaran Berhasil Ungkap Kasus Hoax dan Hate Speech Terkait Isu Corona

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 14 kasus hoax dan hate speech terkait isu penyebaran virus Corona yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan telah melakukan takedown terhadap akun yang telah banyak meresahkan masyarakat.

Hal tersebut seperti yang diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus pada press Conference nya di Mapolda Senin (04/05/20) – 13.00 Wib.

Yusri menyebutkan ada 14 kasus hoax dan hate speech yang telah diungkap Polda Metro Jaya dari 443 akun dan telah di takedown sebanyak 218 akun dalam kurun waktu April hingga bulan Mei 2020 dan berhasil mengamankan 10 orang pelaku.

Adapun rincian pengungkapan yaitu : – Polda Metro Jaya : 166 kasus- Polres Metro Jakarta Selatan : 51 kasus- Polres Metro Jakarta Barat : 36 kasus- Polres Metro jakarta Utara : 23 kasus- Polres Metro Jakarta Timur : 1 kasus- Polres Metro Jakarta Pusat : 36 kasus- Polres Metro Depok : 25 kasus- Polres Metro Bekasi Kota : 11 kasus- Polres Metro Bekasi : 44 kasus- Polresta Bandara Soetta : 1 kasus- Polres Metro Tangerang Kota : 17 kasus- Polres Tangsel : 8 kasus- Polres Kepulauan Seribu : 5 kasus- Polres Pelabuhan Tanjung Priok : 19 kasus.
Untuk data media daring yang telah berhasil ditakedown yaitu : – Instagram : 179 akun – Facebook : 27 akun- Twitter : 10 akun.

“Pengungkapan kasus yang menonjol yang diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran Polda Metro Jaya yakni, Direktorat Reserse Kriminal Khusus  berhasil mengungkap 14 kasus hoax terkait isu penyebaran Virus Corona yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Metro Jaya Klarifikasi Foto Pria Plontos Terluka Parah yang Viral di Medsos

Hoax dan hate speech ini sangat amat meresahkan masyarakat, karena dengan berita-berita menyimpang seperti ini dapat menyesatkan dan merugikan orang banyak,terang Yusri.

“Salah satu kasus yang paling menonjol yaitu: pelaku MAA yang mengunggah didalam Akun Facebook Nirwan Arif dengan linknya ://www.facebook.com/nirwan.arief?_rdc=1&_rdr pada tanggal 6 April 2020 menyebutkan presiden lebih mudah dapat gantinya apalagi saat ini manfaatnya kecil se-x,” terangnya lagi.

Tersangka MAA alias NA akan dijerat sesuai dengan perbuatan nya dengan pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 14 dan 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP,” tegas Yusri.

Facebook Comments