Petani Mengeluh, Akses Jalan Menuju Kebun Masyarakat Rusak Parah! PT. CLM Dinilai Kurang Peduli

Petani Mengeluh, Akses Jalan Menuju Kebun Masyarakat Rusak Parah! PT. CLM Dinilai Kurang Peduli

AKSES jalan menuju lahan perkebunan masyarakat Desa Pongkeru rusak parah.

Hal ini disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi selama beberapa hari ini di areal Hauling Road PT. Citra Lampia Mandiri (CLM), Desa Pongkeru, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, Kamis (18/06/2020) kemarin.

Pihak PT. CLM sendiri dinilai kurang peduli terhadap kondisi tersebut, pasalnya kondisi jalan berlumpur ini sudah berlangsung beberapa hari ini.

Ahmad Rumpak, salah seorang petani yang berkebun di Km 20, Dusun Salulauwa, Desa Pongkeru menuturkan dirinya sangat kecewa dengan kondisi jalan berlumpur ini.

“Seharusnya pihak PT. CLM lebih tanggap dalam melihat kondisi jalan Hauling Road ini. Persoalannya, akses Hauling Road ini juga digunakan sebagian besar masyarakat Desa Pongkeru untuk menuju lahan kebun mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut Rumpak mengatakan, dengan kondisi jalan seperti ini, bisa saja menimbulkan bahaya yang cukup tinggi bagi pengendara roda dua ataupun roda empat yang akan melalui Hauling Road PT. CLM dari Km 1 menuju Km 2.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. CLM Ahmad Surana saat dikonfirmasi perihal kondisi tersebut menjelaskan, pihaknya akan tetap melakukan perbaikan jalan yang digunakan hauling perusahaan pertambangan atau akses perkebunan masyarakat.

Akan tetapi saat ini belum dapat dilakukan karena terkendala intensitas curah hujan yang sangat tinggi. “Untuk jalan Hauling kami tetap lakukan perbaikan, memang kendalanya curah hujan yang sangat tinggi dan kami juga tidak mungkin akan membiarkan kondisi jalan rusak karena tentu akan meningkatkan cost operation dan memang ada beberapa titik yang sudah parah dan itu yang menjadi prioritas kami dalam hal perbaikan,” ungkap Ahmad. Askar – Sulsel

Facebook Comments
Baca Juga:  Kegiatan Alat Berat di Simpang 3 Menuju Kelurahan Rurukan tak Berizin, Pemkot Tomohon Terkesan Tutup Mata