Featured Video Play Icon

Permintaan Kapolda Metro, Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi Rambah Daerah Pemilu

 8 total views,  1 views today

SATU Jam Mengaji Bersama Polisi merupakan sebuah program kepolisian yang idenya berawal dari Direktorat Binmas Polda Metro Jaya (Ditbinmas PMJ-red).

Program ini dimulai di awal tahun 2020 dan dilaksanakan mulai sejak 2 Maret yang lalu dengan target kegiatan untuk 100 mesjid di tahun 2020.

“Tetapi terputus terkendala Covid-19 kurang lebih 3 bulan. Kemungkinan untuk mencapai 100 mesjid itu bisa berlanjut di tahun berikutnya,” kata Kasubdit Bin Satpam/Polsus Ditbinmas Polda Metro Jaya AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag, M.Si kepada bhayangkaranusantara.com, Senin (3/8/20).

AKBP Jajang juga menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan Program Satu Jam Mengaji, yang tak lain sebagai bentuk silaturahim Polda Metro Jaya yang diwakili Direktorat Binmas oleh Pimpinan Dirbinmas. “Yang kebetulan Katim Pelaksananya saya dan masyarakatnya diwakili jamaah mesjid,” kata Jajang.

AKBP Jajang mengatakan, kegiatan ini semacam “road show to masjid”, dari masjid ke masjid yang dilaksanakan dari Senen, Rabu dan Jumat.

“Waktu yang kita ambil kenapa satu jam mengaji? Karena memang tidak menggunakan waktu yang cukup lama, cukup kurang lebih satu jam dari maghrib sampai isya. Jadi kita datang sebelum maghrib, persiapan sholat maghrib berjamaah, kemudian pengantar dari pengurus masjid, baru kita yang ‘main’ sampai waktu sholat isya,” jelasnya.

Jadi, yang dimaksud satu jam mengaji, kata Jajang, bukan berarti polisi mengajari mengaji, bukan berarti satu jam itu membaca alquran. “Itu hanya sebuah tematik saja, mengaji itu asal kata kajian. Jadi apapun yang disampaikan itu menjadi sebuah bahasan. Maka itulah namanya kajian. Soal kamtibmas harus jadi kajian bersama jamaah masjid, dan soal lainnya juga jadi kajian bersama,” bebernya.

Baca Juga:  Di Hari Bhayangkara, PMJ Kembali Gelar "Satu Jam Mengaji Bersama Polisi"

Sampai hari Rabu yang lalu, Jajang mengatakan, baru 30 mesjid yang tersentuh program ini, karena terpotong oleh Covid-19 selama 3 bulan, sehingga masih cukup banyak dan panjang waktunya yang akan diambil.

“Kemudian ada permintaan pimpinan (Kapolda Metro Jaya-red) dari yang semula kita fokus di Jakarta saja untuk bersilaturahim ke tempat (daerah-red.) yang akan pemilu, yaitu Depok dan Tangsel, karena memang bentuk silaturahim kita mewakili pimpinan Polda, sehingga tak salah kita merambah ke Depok dan Tangsel. Ada juga permintaan dari Bekasi cuma belum sampai ke sana, nanti mungkin setelah tercapai 100 mesjid baru kita merambah ke Bekasi,” paparnya.

Sementara untuk program khusus Ditbinmas PMJ terkait persiapan pilkada, salah satunya sesuai job desk adalah penyuluhan. Karena program satu jam mengaji tak lepas dari persoalan penyuluhan.

“Kalau sekarang masalah Covid-19, ya kita juga penyuluhan soal itu, dimana persoalannya cukup banyak, hiruk pikuk dan isunya cukup besar. Ini yang membuat membuat masyarakat bingung terkait PSBB dan lain-lainya,” ungkap AKBP Jajang.

Karenanya, Ditbinmas PMJ berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan atau meringankan beban masyarakat agar tidak terprovoksi isu yang berkembang di medsos, tentunya persoalan-persoalan yang berkembang, seperti video dan foto-foto yang ternyata datanya tidak jelas dan itu jadi hoaks, sehingga tugas utama Binmas terkait itu, meredam gejolak yang ada di masyarakat.

“Termasuk counter opini yang secara langsung kita lakukan. Kalau dari kehumasan mungkin berbentuk kontra narasi, tapi Binmas kontra narasi yang langsung terjun ke masyarakat,” kata AKBP Jajang memgakhiri. BN01 – JAKARTA

Facebook Comments
%d bloggers like this: