Peran Polri dalam Pemelihara Kamtibmas dan Membangun Kesadaran Hukum

Peran Polri dalam Pemelihara Kamtibmas dan Membangun Kesadaran Hukum

 5 total views,  1 views today

Karosunluhkum Divisi Hukum Polri jadi Pembicara dalam kegiatan Pelatihan dan Pembentukan Karya Advokasi Bantuan Hukum Nasional (Plakadnas) Angkatan Ke-5 Tahun 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan Pimpinan Pusat Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesa (PP-KANNI) di Hotel Maharadja Jalan Kapten P. Tendean No. 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Giat acara tersebut melalui bimbingan teknis dan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manu sia yang berkualitas, dengan mengusung tema “Dalam Kepemimpinan dan Hukum Perundang-undangan untuk Mewujudkan Aparatur dan Masyarakat yang Paham, Taat dan Sadar Hukum”.

Karosunluhkum Divisi Hukum Polri Brigjen Pol. Dr. Agung Makbul Drs, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan tugas dan fung si Karosunluhkum di Mabes Polri. “Tugas kami sehari hari adalah menyusun undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, bekerjasama dengan DPR RI Komisi III. Terakhir membuat Rancangan Undang-Undang KUHP,” paparnya.

Brigjen Agung memaparkan, Undang-Undang KUHP yang digu nakan merupakan produk Kolonial. “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana itu Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946, yang berarti usianya sudah 73 tahun, tapi produknya sejak zaman Belanda. Jadi umurnya sudah 103 tahun 103 tahun,” beber Agung.

Undang Undang ini belum pernah diubah, Brigjen Pol. Agung menyebutkan, baru rencana bulan ini disahkan DPR RI. “Terakhir membuat Rancangan Undang-Undang KUHP, yang Insya Allah bulan ini disahkan oleh DPR RI. Ini merupakan produk anak-anak Bangsa Indonesia yang ahli dalam bidang Hu kum Pidana,” terang Brigjen Pol. Dr. Agung Makbul Drs, SH MH.

Brigjen Pol. Agung Makbul juga menyampaikan imbauan kepada peserta pelatihan agar mensosialisasikan Sadar Hukum kepada masyarakat Indonesia sebagai wujud menciptakan kamtibmas yang kondusif. “Jangan bermain- main dengan teknologi yang sifatnya tidak tahu persis. Kemudian disebarkan berita hoax itu sangat bahaya, karena akan bisa menumpahkan atau permusuhan antara suku antara satu dengan yang lainnya. Apabila tau persis permasalahannya lebih baik hentikan share itu yang akan mengakibatkan ujaran kebencian,” pungkas Brigjen Pol. Dr. Agung Makbul Drs, SH, MH. ED – JAKARTA

Facebook Comments
Baca Juga:  275 Paket Bantuan Baksos Altar AKABRI '89 Sasar Desa Halong, Kota Ambon
%d bloggers like this: