Pengusaha Muda dari Minahasa Utara Ini Digadang-gadang Sebagai Penerus Tongkat Estafet Kepemimpinan Sulut 2020-2025

Pengusaha Muda dari Minahasa Utara Ini Digadang-gadang Sebagai Penerus Tongkat Estafet Kepemimpinan Sulut 2020-2025

ADOLKE Leo Tairas, SH, putra Sulut kelahiran Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), sebelum terjun ke dunia politik memulai karirnya sebagai seorang pengusaha.

Sebagai generasi muda penerus tongkat estafet kepemimpinan di Sulut, namanya belakangan mencuat digadang-gadang sebagai orang nomor satu di Sulut dalam perhelatan Pilkada Gubernur Sulut 2020 – 2025 mendatang.

Selain pengusaha, Leo juga merupakan seorang pengacara muda. Sederet jabatan organisasi juga disandangnya. Mulai dari Ketua Umum Asosiasi Pertukangan Indonesia (API), Ketua Umum LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi sampai Anggota Komite Pedamaian Dunia 202 Negara (jaringan investasi Ambasador Dunia).

Kini, Leo sapaan akrabnya, siap melayani, bekerja, mengabdi dengan pengalaman, kemampuan dan talenta serta berkat yang Tuhan telah berikan kepadanya untuk kemajuan bersama menuju peradaban baru Sulut sejahtera, bebas korupsi, mental korup dan bebas kemiskinan.

“Bekerja untuk hidup, hidup untuk menghidupkan orang lain,” demikian motto hidup Ketua API ini.

Dalam pencalonannya sebagai Gubernur Sulut, Tiga Pilar visi misi diusungnya, di antaranya percepatan penurunan kemiskinan, percepatan pembangunan dan percepatan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Yang menarik di antara programnya, jika terpilih Leo akan menetapkan upah untuk para sopir bus dan kenek khusus proyek pemerintah sebesar Rp. 250.000,- (terendah) dan Rp. 300.000 (tertinggi).

Kemudian membuat moratorium bagi pekerja bangunan dari luar daerah khususnya mengutamakan dan memastikan pekerja bus dan kenek daerah mendapat pekerjaan.

Selain itu, dalam upaya mengangkat harkat martabat kemerdekaan dan kesejahteraan profesi tukang bangunan, ia akan memberikan tambahan insentif bagi seluruh kepala lingkungan dan kepala desa di 15 kabupaten kota sebesar Rp. 2.500.000,-/bulan

Sedangkan tujuan utamanya meningkatkan kinerja aparatur pemerintah lingkungan dan desa terhadap pelayanan kepada masyarakat, serta alam upaya percepatan pencegahan dan pemberantasan korupsi terhadap pengelolaan dana desa, sumber pendanaan utama CSR (Corporate Social Responsibility). Bert/BN01 – SULUT

Facebook Comments
Baca Juga:  Tiada Kenal Kata Lelah, Corona Tak Menghalangi Niat Sosok Ini untuk Berbagi Sesama